alexametrics
21.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Yes! Ginting Menang, Sumbang Perunggu untuk Indonesia

RADAR MALANG – Anthony Sinisuka Ginting melengkapi kemenangan Indonesia hari ini (2/8). Setelah menang atas Kevin Cordon (Guatemala), pebulutangkis non unggulan yang memberi kejutan di perhelatan Olimpiade Tokyo 2020. Ginting merebut pertandingan ini dengan dua set langsung, 21-11 dan 21-13.

Ini menjadi pertemuan pertama kedua pemain. Dua poin berturut diperoleh Cordon di awal gim pertama, meninggalkan Ginting. Pengamatan yang salah dari Cordon, memberi keuntungan bagi Ginting, skor 4-2. Pengembalian yang terlalu lebar dari Cordon, membuat skor imbang 4-4. Ginting pun terus mendahului angka pemain ranking 59 dunia ini, dengan skor 8-4 untuk Indonesia.

Interval gim ini ditutup Ginting dengan skor yang terpaut cukup jauh, 11-5. Angka terus bertambah untuk Ginting, 7-14. Meski sempat mengejar dan berhasil mencuri beberapa poin, Cordon harus mengakui keunggulan Ginting di gim pertama ini dengan kalah 11-21 dalam 17 menit.

Di gim kedua, Ginting tampil lebih percaya diri. Bahkan meninggalkan Cordon dengan skor 6-1. Lebih muda 10 tahun dari lawannya, tak membuat Ginting gentar. Satu per satu angka dikumpulkan, 8-3 untuk Ginting. Dua pengembalian Ginting yang tak kembali dengan sempurna, menambah angka untuk Cordon.

Interval gim kedua ini, Ginting membuat Cordon tak berkutik, super smash mendarat pasti di lapangan lawan, 11-4 unggul Indonesia. Cordon tak mau menyeerah. Pebulutangkis berusia 34 tahun ini terus berusaha mencuri poin dari Ginting dan memperkecil ketertinggalan,skor 9-12. Mengamankan posisinya, Ginting terus tambah poin. Tiga angka berturut didapat Indonesia, 16-10, Ginting terus memimpin. Tunggal putra Indonesia yang berada di ranking 5 dunia ini mengunci medali perunggu untuk Indonesia di cabang bulutangkis sektor tunggal putra dengan skor akhir, 21-13.

Sumber: JawaPos.Com

RADAR MALANG – Anthony Sinisuka Ginting melengkapi kemenangan Indonesia hari ini (2/8). Setelah menang atas Kevin Cordon (Guatemala), pebulutangkis non unggulan yang memberi kejutan di perhelatan Olimpiade Tokyo 2020. Ginting merebut pertandingan ini dengan dua set langsung, 21-11 dan 21-13.

Ini menjadi pertemuan pertama kedua pemain. Dua poin berturut diperoleh Cordon di awal gim pertama, meninggalkan Ginting. Pengamatan yang salah dari Cordon, memberi keuntungan bagi Ginting, skor 4-2. Pengembalian yang terlalu lebar dari Cordon, membuat skor imbang 4-4. Ginting pun terus mendahului angka pemain ranking 59 dunia ini, dengan skor 8-4 untuk Indonesia.

Interval gim ini ditutup Ginting dengan skor yang terpaut cukup jauh, 11-5. Angka terus bertambah untuk Ginting, 7-14. Meski sempat mengejar dan berhasil mencuri beberapa poin, Cordon harus mengakui keunggulan Ginting di gim pertama ini dengan kalah 11-21 dalam 17 menit.

Di gim kedua, Ginting tampil lebih percaya diri. Bahkan meninggalkan Cordon dengan skor 6-1. Lebih muda 10 tahun dari lawannya, tak membuat Ginting gentar. Satu per satu angka dikumpulkan, 8-3 untuk Ginting. Dua pengembalian Ginting yang tak kembali dengan sempurna, menambah angka untuk Cordon.

Interval gim kedua ini, Ginting membuat Cordon tak berkutik, super smash mendarat pasti di lapangan lawan, 11-4 unggul Indonesia. Cordon tak mau menyeerah. Pebulutangkis berusia 34 tahun ini terus berusaha mencuri poin dari Ginting dan memperkecil ketertinggalan,skor 9-12. Mengamankan posisinya, Ginting terus tambah poin. Tiga angka berturut didapat Indonesia, 16-10, Ginting terus memimpin. Tunggal putra Indonesia yang berada di ranking 5 dunia ini mengunci medali perunggu untuk Indonesia di cabang bulutangkis sektor tunggal putra dengan skor akhir, 21-13.

Sumber: JawaPos.Com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/