alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Tiga Jurnalis Wanita Ditembak Mati Di Afganistan

RADAR MALANG – Tiga wanita yang bekerja di media lokal ditembak mati di Afghanistan timur pada hari Selasa (2/3). Hal tersebut menambah jumlah pekerja media dan jurnalis Afghanistan yang telah terbunuh pada dalam setahun terakhir.

Dilansir dari New York Times pada Rabu (3/3), para wanita saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya, Enikass Radio dan TV, di kota Jalalabad ketika mereka terbunuh dalam dua serangan terpisah. Menurut Shokorullah Pasoon, manajer penerbitan di stasiun tersebut, para korban adalah Mursal Hakimi (25), Sadia (20), dan Shanaz (20).

Shaharzad Akbar, ketua Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan, menyebut serangan hari Selasa itu “mengerikan” di media sosial. “Wanita Afghanistan telah menjadi sasaran & dibunuh terlalu sering,” kata Akbar dalam sebuah tweet.

Malalai Maiwand (26), seorang presenter televisi dan radio dengan Enikass ditembak mati dengan cara yang sama pada bulan Desember. Afiliasi ISIS di negara itu mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu, tetapi belum merilis pernyataan yang mengklaim serangan hari Selasa itu.

Sejak 2018, lebih dari 30 pekerja media dan jurnalis tewas di Afghanistan. Berdasarkan laporan PBB, sepanjang September 2020 hingga Januari tahun ini, setidaknya enam jurnalis dan pekerja media tewas dalam serangan sejenis.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Tiga wanita yang bekerja di media lokal ditembak mati di Afghanistan timur pada hari Selasa (2/3). Hal tersebut menambah jumlah pekerja media dan jurnalis Afghanistan yang telah terbunuh pada dalam setahun terakhir.

Dilansir dari New York Times pada Rabu (3/3), para wanita saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya, Enikass Radio dan TV, di kota Jalalabad ketika mereka terbunuh dalam dua serangan terpisah. Menurut Shokorullah Pasoon, manajer penerbitan di stasiun tersebut, para korban adalah Mursal Hakimi (25), Sadia (20), dan Shanaz (20).

Shaharzad Akbar, ketua Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan, menyebut serangan hari Selasa itu “mengerikan” di media sosial. “Wanita Afghanistan telah menjadi sasaran & dibunuh terlalu sering,” kata Akbar dalam sebuah tweet.

Malalai Maiwand (26), seorang presenter televisi dan radio dengan Enikass ditembak mati dengan cara yang sama pada bulan Desember. Afiliasi ISIS di negara itu mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu, tetapi belum merilis pernyataan yang mengklaim serangan hari Selasa itu.

Sejak 2018, lebih dari 30 pekerja media dan jurnalis tewas di Afghanistan. Berdasarkan laporan PBB, sepanjang September 2020 hingga Januari tahun ini, setidaknya enam jurnalis dan pekerja media tewas dalam serangan sejenis.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/