alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Berakhir Tragis, Prajurit Transgender Pertama Korsel Ditemukan Tewas

RADAR MALANG – Prajurit transgender pertama Korea Selatan yang diberhentikan secara paksa setelah menjalani operasi penggantian kelamin, Byun Hee-Soo ditemukan tewas Rabu (3/3). Petugas pemadam kebakaran menemukan Byun Hee-soo, 23, di rumahnya di Cheongju, selatan Seoul, setelah seorang konselor kesehatan mental menelepon layanan darurat. Dalam laporannya, sang konselor menyatakan Byun tidak terlihat sejak hari Minggu seperti dilansir The Guardian Kamis (4/3).

Saat ini, polisi menyelidiki kematian Byun Hee-soo, yang dipaksa keluar dari militer setelah menjadi tentara pertama yang menjalani operasi penggantian kelamin. Mantan sersan staf tersebut mendaftar secara sukarela pada 2017 dan kemudian menjalani operasi penggantian kelamin pada 2019 di Thailand. Kementerian pertahanan mengklasifikasikan penggantian kelamin sebagai cacat mental atau fisik, dan militer memutuskan pada Byun akan diberhentikan secara wajib pada awal tahun 2020. Korea Selatan melarang transgender untuk bergabung dengan militer, dan Byun adalah tentara aktif pertama yang menjalani operasi penggantian kelamin.

Sebelumnya, saat hadir dalam sebuah konferensi pers sempat memohon agar diizinkan untuk tetap bergabung dengan militer. Seraya mengenakan seragam militer, Byun memberi hormat kepada wartawan dan kamera yang berkumpul. “Saya adalah seorang tentara Republik Korea,” katanya. Melayani di militer selalu menjadi impian masa kecilnya tandas Byun sungguh-sungguh.

“Mengesampingkan identitas seksual saya, saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa saya bisa menjadi salah satu tentara hebat yang membela negara ini,” lanjutnya. “Tolong beri saya kesempatan itu,” mohonnya saat itu. Klinik perawatan kesehatan mental setempat mengatakan Byun mencoba bunuh diri tiga bulan lalu.

Korea Selatan menjadi negara yang sangat konservatif tentang masalah identitas seksual dan gender dan kurang toleran terhadap hak LGBT+ dibandingkan beberapa bagian lain di Asia.

Korea Selatan memiliki pasukan wajib militer untuk mempertahankan diri melawan Korea Utara yang bersenjata nuklir, dengan semua warga negara laki-laki yang sehat diwajibkan untuk mengabdi selama hampir dua tahun.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Prajurit transgender pertama Korea Selatan yang diberhentikan secara paksa setelah menjalani operasi penggantian kelamin, Byun Hee-Soo ditemukan tewas Rabu (3/3). Petugas pemadam kebakaran menemukan Byun Hee-soo, 23, di rumahnya di Cheongju, selatan Seoul, setelah seorang konselor kesehatan mental menelepon layanan darurat. Dalam laporannya, sang konselor menyatakan Byun tidak terlihat sejak hari Minggu seperti dilansir The Guardian Kamis (4/3).

Saat ini, polisi menyelidiki kematian Byun Hee-soo, yang dipaksa keluar dari militer setelah menjadi tentara pertama yang menjalani operasi penggantian kelamin. Mantan sersan staf tersebut mendaftar secara sukarela pada 2017 dan kemudian menjalani operasi penggantian kelamin pada 2019 di Thailand. Kementerian pertahanan mengklasifikasikan penggantian kelamin sebagai cacat mental atau fisik, dan militer memutuskan pada Byun akan diberhentikan secara wajib pada awal tahun 2020. Korea Selatan melarang transgender untuk bergabung dengan militer, dan Byun adalah tentara aktif pertama yang menjalani operasi penggantian kelamin.

Sebelumnya, saat hadir dalam sebuah konferensi pers sempat memohon agar diizinkan untuk tetap bergabung dengan militer. Seraya mengenakan seragam militer, Byun memberi hormat kepada wartawan dan kamera yang berkumpul. “Saya adalah seorang tentara Republik Korea,” katanya. Melayani di militer selalu menjadi impian masa kecilnya tandas Byun sungguh-sungguh.

“Mengesampingkan identitas seksual saya, saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa saya bisa menjadi salah satu tentara hebat yang membela negara ini,” lanjutnya. “Tolong beri saya kesempatan itu,” mohonnya saat itu. Klinik perawatan kesehatan mental setempat mengatakan Byun mencoba bunuh diri tiga bulan lalu.

Korea Selatan menjadi negara yang sangat konservatif tentang masalah identitas seksual dan gender dan kurang toleran terhadap hak LGBT+ dibandingkan beberapa bagian lain di Asia.

Korea Selatan memiliki pasukan wajib militer untuk mempertahankan diri melawan Korea Utara yang bersenjata nuklir, dengan semua warga negara laki-laki yang sehat diwajibkan untuk mengabdi selama hampir dua tahun.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/