alexametrics
21.8 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Bocor, Data Pribadi 500 Juta Pengguna Facebook dari 106 Negara

RADAR MALANG – Kontroversi tentang bocornya data para pengguna Facebook terus berlanjut. Kali ini jumlahnya mencapai 500 juta pengguna yang ditemukan tersedia untuk diakses pada situs web untuk para peretas.

Laporan tentang jutaan data-data pengguna Facebook itu pertama kali dilaporkan oleh Bussines Insider. Menurut mereka, data tersebut berisi berbagai informasi dari 106 negara tentang nomor telepon, ID Facebook, nama lengkap, lokasi, tanggal lahir, dan alamat email.

Melansir dari The Guardian, Ahad (4/4), bocornya data milik 500 juta pengguna Facebook ini telah terjadi pada beberapa tahun lalu. Namun ini adalah contoh lain yang semakin meyakinkan bahwa raksasa media ini memang kerap bemasalah dengan keamanan data penggunanya selama bertahun-tahun lamanya.

Pada 2018 lalu, Facebook mulai menonaktikan fitur yang bisa membuat pengguna mencari satu sama lain melalui nomor telepon. Kemudian menyusul terungkapnya firma politik, Cambridge Anaytica, yang ketahuan mengakses informasi data pribadi hingga 87 juta pengguna Facebook tanpa sepengetahuan dan persetujuan pengguna.

Lalu pada tahun 2019, seorang peneliti keamanan asal Ukraina juga melaporkan bahwa ia menemukan database dengan nama, nomor telepon, dan ID unik milik lebih dari 267 juta pengguna Facebook, yang hampir semuanya berbasis di AS.

Facebook tidak segera bereaksi dengan munculnya informasi kebocoran data pelanggannya ini. Namun dalam pernyataan mereka pada publikasi yang lain, Facebook mengatakan kebocoran data itu berasal dari masalah yang terjadi pada tahun 2019 lalu.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Kontroversi tentang bocornya data para pengguna Facebook terus berlanjut. Kali ini jumlahnya mencapai 500 juta pengguna yang ditemukan tersedia untuk diakses pada situs web untuk para peretas.

Laporan tentang jutaan data-data pengguna Facebook itu pertama kali dilaporkan oleh Bussines Insider. Menurut mereka, data tersebut berisi berbagai informasi dari 106 negara tentang nomor telepon, ID Facebook, nama lengkap, lokasi, tanggal lahir, dan alamat email.

Melansir dari The Guardian, Ahad (4/4), bocornya data milik 500 juta pengguna Facebook ini telah terjadi pada beberapa tahun lalu. Namun ini adalah contoh lain yang semakin meyakinkan bahwa raksasa media ini memang kerap bemasalah dengan keamanan data penggunanya selama bertahun-tahun lamanya.

Pada 2018 lalu, Facebook mulai menonaktikan fitur yang bisa membuat pengguna mencari satu sama lain melalui nomor telepon. Kemudian menyusul terungkapnya firma politik, Cambridge Anaytica, yang ketahuan mengakses informasi data pribadi hingga 87 juta pengguna Facebook tanpa sepengetahuan dan persetujuan pengguna.

Lalu pada tahun 2019, seorang peneliti keamanan asal Ukraina juga melaporkan bahwa ia menemukan database dengan nama, nomor telepon, dan ID unik milik lebih dari 267 juta pengguna Facebook, yang hampir semuanya berbasis di AS.

Facebook tidak segera bereaksi dengan munculnya informasi kebocoran data pelanggannya ini. Namun dalam pernyataan mereka pada publikasi yang lain, Facebook mengatakan kebocoran data itu berasal dari masalah yang terjadi pada tahun 2019 lalu.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/