alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Twitter “Bredel” Akun Aktris India Kangana Ranaut

RADAR MALANG – Twitter mengumumkan telah mem-banned akun aktris Bollywood terkemuka Kangana Ranaut, yang dikenal karena dukungannya yang kuat kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi, dikarenakan melanggar aturan tentang perilaku penuh kebencian dan perilaku kasar pada Senin (3/5).

Dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (4/5), Ranaut memposting tweet pada hari Senin dimana dia mendesak Modi untuk menggunakan taktik gangster untuk “menjinakkan” Kepala Menteri Benggala Barat, Mamata Banerjee, yang partainya mengalahkan nasionalis Hindu Modi dalam pemilihan akhir pekan lalu untuk mempertahankan kendali atas pemerintah negara bagian.

Setelah pemilu, partai Banerjee dituduh melakukan serangan kekerasan terhadap lawan-lawannya yang kalah, yang kemudian dibantah.

Dalam tweetnya, Ranaut menyebut Banerjee sebagai “monster yang dilepaskan” dan mendesak Modi untuk “menjinakkannya.”

“Kami membutuhkan super gundai (hooliganisme dalam bahasa Hindi) untuk membunuh gundai Modi ji (sebutan kehormatan) tolong tunjukkan Virat roop Anda (bentuk yang lebih besar dari kehidupan) dari awal tahun 2000-an,” dia memposting, merujuk pada kerusuhan Gujarat tahun 2002 yang terjadi ketika Modi menjadi menteri utama negara bagian.

Mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa akun Ranaut telah ditangguhkan, Twitter menjelaskan kebijakannya.

“Kami telah menjelaskan, bahwa kami akan mengambil tindakan penegakan hukum yang tegas terhadap perilaku yang berpotensi menyebabkan bahaya offline,” unarmed Twitter.

“Akun yang direferensikan telah ditangguhkan secara permanen karena pelanggaran berulang terhadap Peraturan Twitter khususnya kebijakan Perilaku Kebencian dan kebijakan Perilaku Kekerasan kami.”

Ranaut, pemenang beberapa penghargaan film nasional, mencela tindakan Twitter dalam sebuah pernyataan.

“Twitter hanya membuktikan maksud saya. Mereka orang Amerika, dan sejak lahir orang kulit putih merasa berhak memperbudak orang berkulit coklat,” katanya.

“Mereka ingin memberi tahu Anda apa yang harus dipikirkan, dibicarakan atau dilakukan, untungnya saya punya banyak platform yang bisa saya gunakan untuk bersuara, termasuk seni saya sendiri dalam bentuk sinema tapi hati saya tertuju kepada rakyat bangsa ini yang telah disiksa, diperbudak dan disensor selama ribuan tahun dan penderitaan mereka masih tiada akhir,” tambahnya.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Twitter mengumumkan telah mem-banned akun aktris Bollywood terkemuka Kangana Ranaut, yang dikenal karena dukungannya yang kuat kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi, dikarenakan melanggar aturan tentang perilaku penuh kebencian dan perilaku kasar pada Senin (3/5).

Dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (4/5), Ranaut memposting tweet pada hari Senin dimana dia mendesak Modi untuk menggunakan taktik gangster untuk “menjinakkan” Kepala Menteri Benggala Barat, Mamata Banerjee, yang partainya mengalahkan nasionalis Hindu Modi dalam pemilihan akhir pekan lalu untuk mempertahankan kendali atas pemerintah negara bagian.

Setelah pemilu, partai Banerjee dituduh melakukan serangan kekerasan terhadap lawan-lawannya yang kalah, yang kemudian dibantah.

Dalam tweetnya, Ranaut menyebut Banerjee sebagai “monster yang dilepaskan” dan mendesak Modi untuk “menjinakkannya.”

“Kami membutuhkan super gundai (hooliganisme dalam bahasa Hindi) untuk membunuh gundai Modi ji (sebutan kehormatan) tolong tunjukkan Virat roop Anda (bentuk yang lebih besar dari kehidupan) dari awal tahun 2000-an,” dia memposting, merujuk pada kerusuhan Gujarat tahun 2002 yang terjadi ketika Modi menjadi menteri utama negara bagian.

Mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa akun Ranaut telah ditangguhkan, Twitter menjelaskan kebijakannya.

“Kami telah menjelaskan, bahwa kami akan mengambil tindakan penegakan hukum yang tegas terhadap perilaku yang berpotensi menyebabkan bahaya offline,” unarmed Twitter.

“Akun yang direferensikan telah ditangguhkan secara permanen karena pelanggaran berulang terhadap Peraturan Twitter khususnya kebijakan Perilaku Kebencian dan kebijakan Perilaku Kekerasan kami.”

Ranaut, pemenang beberapa penghargaan film nasional, mencela tindakan Twitter dalam sebuah pernyataan.

“Twitter hanya membuktikan maksud saya. Mereka orang Amerika, dan sejak lahir orang kulit putih merasa berhak memperbudak orang berkulit coklat,” katanya.

“Mereka ingin memberi tahu Anda apa yang harus dipikirkan, dibicarakan atau dilakukan, untungnya saya punya banyak platform yang bisa saya gunakan untuk bersuara, termasuk seni saya sendiri dalam bentuk sinema tapi hati saya tertuju kepada rakyat bangsa ini yang telah disiksa, diperbudak dan disensor selama ribuan tahun dan penderitaan mereka masih tiada akhir,” tambahnya.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru