alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Ranjau Darat Tewaskan 11 Orang Di Afghanistan Utara

RADAR MALANG – Sedikitnya 11 warga sipil tewas di Afghanistan utara ketika mendapati kendaraan yang mereka tumpangi meledakkan ranjau darat, Sabtu (5/6). Pejabat pemerintah setempat menuduh Taliban menanamkan bom tersebut.
Husamudim Shams, Gubernur Provinsi Utara Badgis mengatakan, korban ledakan termasuk tiga orang anak.
Dilansir dari Al Jazeera pada Minggu (6/6), 11 penumpang tersebut saat itu sedang melakukan perjalanan ke kota Qala-e-Naw.
Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Insiden tersebut terjadi beberapa jam sebelum para pemimpin senior Taliban dan pejabat PBB bertemu di Qatar pada hari Sabtu untuk membahas proses perdamaian Afghanistan. Termasuk keamanan bagi para diplomat dan orang-orang yang bekerja untuk badan-badan kemanusiaan di Afghanistan.
Seorang juru bicara Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan di Twitter bahwa Wakil Kepala Kantor Politik Taliban Sher Mohammad Abbas Stanekzai menegaskan kembali komitmen kuat terhadap proses perdamaian Afghanistan seperti dalam pertemuan dengan para pejabat PBB.
Delegasi Taliban juga menjamin keamanan untuk semua staf badan-badan PBB dan diplomat lain yang berbasis di Afghanistan.
Sementara itu, para pejabat Afghanistan menuduh Taliban terus-menerus melakukan kekerasan terhadap pasukan pemerintah dan warga sipil dalam upaya untuk merebut kendali teritorial penuh atas beberapa provinsi.
Dalam laporan setebal 22 halaman kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat lalu (4/6), seorang ahli mengatakan bahwa Taliban dilaporkan bertanggung jawab atas sebagian besar serangan yang menargetkan anggota pasukan keamanan, hakim, pejabat pemerintah, aktivis, masyarakat sipil dan jurnalis dalam beberapa bulan terakhir.
“Serangan-serangan ini tampaknya dilakukan dengan tujuan melemahkan kapasitas pemerintah dan mengintimidasi masyarakat sipil,” kata ahli tersebut.
Hampir 1.800 warga sipil Afghanistan tewas dan terluka dalam tiga bulan pertama tahun 2021 selama pertempuran antara pasukan pemerintah dan pejuang Taliban meskipun ada upaya untuk menemukan perdamaian.
Penulis: Talitha Azmi F.
RADAR MALANG – Sedikitnya 11 warga sipil tewas di Afghanistan utara ketika mendapati kendaraan yang mereka tumpangi meledakkan ranjau darat, Sabtu (5/6). Pejabat pemerintah setempat menuduh Taliban menanamkan bom tersebut.
Husamudim Shams, Gubernur Provinsi Utara Badgis mengatakan, korban ledakan termasuk tiga orang anak.
Dilansir dari Al Jazeera pada Minggu (6/6), 11 penumpang tersebut saat itu sedang melakukan perjalanan ke kota Qala-e-Naw.
Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Insiden tersebut terjadi beberapa jam sebelum para pemimpin senior Taliban dan pejabat PBB bertemu di Qatar pada hari Sabtu untuk membahas proses perdamaian Afghanistan. Termasuk keamanan bagi para diplomat dan orang-orang yang bekerja untuk badan-badan kemanusiaan di Afghanistan.
Seorang juru bicara Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan di Twitter bahwa Wakil Kepala Kantor Politik Taliban Sher Mohammad Abbas Stanekzai menegaskan kembali komitmen kuat terhadap proses perdamaian Afghanistan seperti dalam pertemuan dengan para pejabat PBB.
Delegasi Taliban juga menjamin keamanan untuk semua staf badan-badan PBB dan diplomat lain yang berbasis di Afghanistan.
Sementara itu, para pejabat Afghanistan menuduh Taliban terus-menerus melakukan kekerasan terhadap pasukan pemerintah dan warga sipil dalam upaya untuk merebut kendali teritorial penuh atas beberapa provinsi.
Dalam laporan setebal 22 halaman kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat lalu (4/6), seorang ahli mengatakan bahwa Taliban dilaporkan bertanggung jawab atas sebagian besar serangan yang menargetkan anggota pasukan keamanan, hakim, pejabat pemerintah, aktivis, masyarakat sipil dan jurnalis dalam beberapa bulan terakhir.
“Serangan-serangan ini tampaknya dilakukan dengan tujuan melemahkan kapasitas pemerintah dan mengintimidasi masyarakat sipil,” kata ahli tersebut.
Hampir 1.800 warga sipil Afghanistan tewas dan terluka dalam tiga bulan pertama tahun 2021 selama pertempuran antara pasukan pemerintah dan pejuang Taliban meskipun ada upaya untuk menemukan perdamaian.
Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/