alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Varian Baru Virus Corona di India Lebih Cepat Menular

RADAR MALANG – Jumlah pasien virus Covid-19 yang terus melonjak di India mengundang kekhawatiran banyak pihak. Pejabat Inggris menyebut salah satu jenis virus Corona baru yang pertama kali ditemukan di India sebagai “varian yang mengkhawatirkan.”

Berdasarkan laporan BBC Jumat (7/5), para ilmuwan menandai bukti bahwa virus itu menyebar lebih cepat daripada versi asli virus. Para ilmuwan telah merekomendasikan bahwa satu versi varian yang pertama kali ditemukan di India, yang dikenal sebagai B.1.617.2, ditetapkan sebagai “varian yang menjadi perhatian”.

Dalam laporan BBC disebutkan bahwa lebih dari 500 kasus varian tersebut telah dicatat, naik dari 202 kasus minggu lalu. Public Health England (PHE), yang menunda publikasi data mingguan pada varian Kamis (6/5), tidak segera mengomentari laporan tersebut.

Direktur Wellcome Sanger Institute Covid-19 Genomics Initiative, Jeff Barrett, mengatakan bahwa jumlah kasus B.1.617.2 yang tinggi di Inggris dan di seluruh dunia jauh melampaui versi virus yang lebih lama. “(Ini) mungkin dapat ditularkan seperti varian B.117 Kent yang tersebar luas di Inggris,” kata Barrett di radio BBC, mengacu pada varian yang ditemukan di tenggara Inggris dalam gelombang kedua Covid-19 di negara itu.

Varian asli India, B.1.617, pertama kali terdeteksi pada Oktober, tetapi PHE telah mengkategorikan tiga subtipe berbeda, semuanya dengan mutasi yang sedikit berbeda.

Varian lain yang menjadi perhatian termasuk varian yang pertama kali diidentifikasi di Kent, Inggris tenggara, serta Afrika Selatan dan Brazil.

Barrett mengatakan bahwa ada bukti meyakinkan dari studi dunia nyata tentang keefektifan vaksin terhadap varian virus tersebut.

“Itu memberikan gambaran yang relatif positif bahwa vaksin akan terus memiliki khasiat. Jadi jelas untuk varian baru seperti ini, kami perlu melakukan eksperimen tambahan dan benar-benar mendapatkan bukti kuat tentang itu,” tutur Barrett.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Jumlah pasien virus Covid-19 yang terus melonjak di India mengundang kekhawatiran banyak pihak. Pejabat Inggris menyebut salah satu jenis virus Corona baru yang pertama kali ditemukan di India sebagai “varian yang mengkhawatirkan.”

Berdasarkan laporan BBC Jumat (7/5), para ilmuwan menandai bukti bahwa virus itu menyebar lebih cepat daripada versi asli virus. Para ilmuwan telah merekomendasikan bahwa satu versi varian yang pertama kali ditemukan di India, yang dikenal sebagai B.1.617.2, ditetapkan sebagai “varian yang menjadi perhatian”.

Dalam laporan BBC disebutkan bahwa lebih dari 500 kasus varian tersebut telah dicatat, naik dari 202 kasus minggu lalu. Public Health England (PHE), yang menunda publikasi data mingguan pada varian Kamis (6/5), tidak segera mengomentari laporan tersebut.

Direktur Wellcome Sanger Institute Covid-19 Genomics Initiative, Jeff Barrett, mengatakan bahwa jumlah kasus B.1.617.2 yang tinggi di Inggris dan di seluruh dunia jauh melampaui versi virus yang lebih lama. “(Ini) mungkin dapat ditularkan seperti varian B.117 Kent yang tersebar luas di Inggris,” kata Barrett di radio BBC, mengacu pada varian yang ditemukan di tenggara Inggris dalam gelombang kedua Covid-19 di negara itu.

Varian asli India, B.1.617, pertama kali terdeteksi pada Oktober, tetapi PHE telah mengkategorikan tiga subtipe berbeda, semuanya dengan mutasi yang sedikit berbeda.

Varian lain yang menjadi perhatian termasuk varian yang pertama kali diidentifikasi di Kent, Inggris tenggara, serta Afrika Selatan dan Brazil.

Barrett mengatakan bahwa ada bukti meyakinkan dari studi dunia nyata tentang keefektifan vaksin terhadap varian virus tersebut.

“Itu memberikan gambaran yang relatif positif bahwa vaksin akan terus memiliki khasiat. Jadi jelas untuk varian baru seperti ini, kami perlu melakukan eksperimen tambahan dan benar-benar mendapatkan bukti kuat tentang itu,” tutur Barrett.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/