alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

YouTube “Kudeta” Channel Milik Militer Myanmar

RADAR MALANG – YouTube telah menghapus lima saluran yang dijalankan oleh militer Myanmar karena melanggar pedoman komunitas dan persyaratan layanan.

Dilansir dari AP News pada Senin (8/3), YouTube mengatakan pada hari Jumat (5/3) bahwa mereka menghentikan saluran penyiaran Myawaddy Media, MRTV, WD Online Broadcasting, MWD Variety dan MWD Myanmar. Keputusan tersebut menyusul kudeta militer 1 Februari yang menggulingkan pemerintah terpilih negara Myanmar yang memprovokasi protes publik besar-besaran.

“Kami telah menghentikan sejumlah channel dan menghapus beberapa video dari YouTube sesuai dengan pedoman komunitas kami dan hukum yang berlaku,” kata YouTube dalam pernyataan yang dikirim melalui email.

YouTube mengatakan mereka sedang memantau situasi untuk konten apa pun yang mungkin melanggar aturan dan pedoman.

YouTube mengatakan telah menghentikan sekitar 20 saluran dan menghapus lebih dari 160 video dalam beberapa bulan terakhir karena melanggar kebijakannya terkait perkataan yang mendorong kebencian dan pelecehan, spam dan praktik penipuan, konten kekerasan atau grafis, dan pelanggaran persyaratan layanan.

Pada bulan Desember, YouTube menarik 34 saluran sebagai bagian dari penyelidikan terhadap konten yang diupload dalam kampanye. Kampanye itu mengunggah konten tentang pemilu di Myanmar, konflik regional, dan berita terkait AS, China, dan Malaysia, ujar YouTube.

Keputusan YouTube mengikuti pengumuman Facebook sebelumnya bahwa mereka telah menghapus semua halaman terkait militer Myanmar dari situsnya dan dari Instagram.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – YouTube telah menghapus lima saluran yang dijalankan oleh militer Myanmar karena melanggar pedoman komunitas dan persyaratan layanan.

Dilansir dari AP News pada Senin (8/3), YouTube mengatakan pada hari Jumat (5/3) bahwa mereka menghentikan saluran penyiaran Myawaddy Media, MRTV, WD Online Broadcasting, MWD Variety dan MWD Myanmar. Keputusan tersebut menyusul kudeta militer 1 Februari yang menggulingkan pemerintah terpilih negara Myanmar yang memprovokasi protes publik besar-besaran.

“Kami telah menghentikan sejumlah channel dan menghapus beberapa video dari YouTube sesuai dengan pedoman komunitas kami dan hukum yang berlaku,” kata YouTube dalam pernyataan yang dikirim melalui email.

YouTube mengatakan mereka sedang memantau situasi untuk konten apa pun yang mungkin melanggar aturan dan pedoman.

YouTube mengatakan telah menghentikan sekitar 20 saluran dan menghapus lebih dari 160 video dalam beberapa bulan terakhir karena melanggar kebijakannya terkait perkataan yang mendorong kebencian dan pelecehan, spam dan praktik penipuan, konten kekerasan atau grafis, dan pelanggaran persyaratan layanan.

Pada bulan Desember, YouTube menarik 34 saluran sebagai bagian dari penyelidikan terhadap konten yang diupload dalam kampanye. Kampanye itu mengunggah konten tentang pemilu di Myanmar, konflik regional, dan berita terkait AS, China, dan Malaysia, ujar YouTube.

Keputusan YouTube mengikuti pengumuman Facebook sebelumnya bahwa mereka telah menghapus semua halaman terkait militer Myanmar dari situsnya dan dari Instagram.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/