alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Balas Dendam, Militer Nigeria Diduga Habisi Puluhan Warga Sipil

RADAR MALANG – Puluhan warga sipil tak bersenjata di Nigeria utara tewas dalam serangan balas dendam yang diduga dilancarkan militer Nigeria, Sabtu (10/4). Aksi pembunuhan dilakukan pasca tewasnya 11 tentara oleh pemberontak saat mereka melakukan patroli keamanan rutin di wilayah pemerintah daerah Konshisha di negara bagian Benue, seperti dilansir Vice Minggu (11/4).

Tak lama setelah mayat para tentara yang tewas ditemukan, penduduk setempat melaporkan sedikitnya 15 truk penuh berisi tentara Nigeria turun ke wilayah tersebut. Sementara pesawat tempur milik Angkatan Udara Nigeria melancarkan serangan udara ke desa-desa setempat. Tujuh puluh warga sipil diduga tewas dan sekitar 200 rumah diyakini telah dibakar, termasuk istana pemimpin lokal terkemuka, Tyoor Unaha Kôkô.

“Saya berada di rumah nenek saya ketika saya mulai mendengar suara tembakan,” kata seorang warga.

“Awalnya saya mendengar helikopter tapi saya salah mengira itu hanya lewat ke desa lain. Tetangga nenek langsung lari masuk untuk memberi tahu kami tentang bahayanya, dan kami bergabung dengan kerumunan untuk menyelamatkan diri,” tambah warga.

“Kami telah kehilangan lebih dari 50 warga sipil tak bersenjata, lebih dari lima anggota keluarga saya telah dibunuh oleh Angkatan Darat Nigeria,” seorang penduduk lainnya yang juga berbicara dengan syarat anonim.
Dia menambahkan, aksi tersebut diyakini dilakukan oleh seorang jenderal militer di Makurdi (ibu kota negara bagian Benue) yang menggunakan tentara untuk mendukung sukunya dalam perang selama bertahun-tahun memperebutkan demarkasi batas.

Nigeria Utara saat ini mengalami peningkatan kekerasan yang cukup besar. Ratusan anak telah diculik dalam serentetan penculikan di sekolah, sementara konflik teritorial yang sedang berlangsung antara petani lokal dan penggembala sapi telah menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi. Benue saat ini menjadi tempat pengungsi tertinggi kedua di Nigeria.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu, tentara Nigeria tampaknya mengkonfirmasi operasi militer yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
“Sementara jenazah pasukan yang terbunuh sudah dievakuasi, upaya sedang dilakukan untuk melacak para pelaku kejahatan keji ini dengan tujuan untuk membawa mereka ke pengadilan. Oleh karena itu, COAS (Kepala Staf Angkatan Darat) telah mengarahkan para komandan di lapangan untuk memastikan upaya berkelanjutan guna menangkap dan menangani secara tegas elemen-elemen buruk yang mengancam perdamaian di daerah tersebut,” ujar petinggi militer Nigeria.

Dalam beberapa bulan terakhir, militer Nigeria menghadapi sejumlah tuduhan tanpa pandang bulu yang menargetkan warga sipil yang tidak bersenjata.

Pada Oktober 2020, tentara menembaki pengunjuk rasa damai yang berkumpul sebagai bagian dari gerakan #EndSARS nasional melawan kebrutalan polisi. Sementara pada bulan Februari, penduduk negara bagian Abia tenggara terperangkap dalam pertempuran antara pemberontak dan pasukan militer.

Penulis: Talitha Azmi F

RADAR MALANG – Puluhan warga sipil tak bersenjata di Nigeria utara tewas dalam serangan balas dendam yang diduga dilancarkan militer Nigeria, Sabtu (10/4). Aksi pembunuhan dilakukan pasca tewasnya 11 tentara oleh pemberontak saat mereka melakukan patroli keamanan rutin di wilayah pemerintah daerah Konshisha di negara bagian Benue, seperti dilansir Vice Minggu (11/4).

Tak lama setelah mayat para tentara yang tewas ditemukan, penduduk setempat melaporkan sedikitnya 15 truk penuh berisi tentara Nigeria turun ke wilayah tersebut. Sementara pesawat tempur milik Angkatan Udara Nigeria melancarkan serangan udara ke desa-desa setempat. Tujuh puluh warga sipil diduga tewas dan sekitar 200 rumah diyakini telah dibakar, termasuk istana pemimpin lokal terkemuka, Tyoor Unaha Kôkô.

“Saya berada di rumah nenek saya ketika saya mulai mendengar suara tembakan,” kata seorang warga.

“Awalnya saya mendengar helikopter tapi saya salah mengira itu hanya lewat ke desa lain. Tetangga nenek langsung lari masuk untuk memberi tahu kami tentang bahayanya, dan kami bergabung dengan kerumunan untuk menyelamatkan diri,” tambah warga.

“Kami telah kehilangan lebih dari 50 warga sipil tak bersenjata, lebih dari lima anggota keluarga saya telah dibunuh oleh Angkatan Darat Nigeria,” seorang penduduk lainnya yang juga berbicara dengan syarat anonim.
Dia menambahkan, aksi tersebut diyakini dilakukan oleh seorang jenderal militer di Makurdi (ibu kota negara bagian Benue) yang menggunakan tentara untuk mendukung sukunya dalam perang selama bertahun-tahun memperebutkan demarkasi batas.

Nigeria Utara saat ini mengalami peningkatan kekerasan yang cukup besar. Ratusan anak telah diculik dalam serentetan penculikan di sekolah, sementara konflik teritorial yang sedang berlangsung antara petani lokal dan penggembala sapi telah menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi. Benue saat ini menjadi tempat pengungsi tertinggi kedua di Nigeria.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu, tentara Nigeria tampaknya mengkonfirmasi operasi militer yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
“Sementara jenazah pasukan yang terbunuh sudah dievakuasi, upaya sedang dilakukan untuk melacak para pelaku kejahatan keji ini dengan tujuan untuk membawa mereka ke pengadilan. Oleh karena itu, COAS (Kepala Staf Angkatan Darat) telah mengarahkan para komandan di lapangan untuk memastikan upaya berkelanjutan guna menangkap dan menangani secara tegas elemen-elemen buruk yang mengancam perdamaian di daerah tersebut,” ujar petinggi militer Nigeria.

Dalam beberapa bulan terakhir, militer Nigeria menghadapi sejumlah tuduhan tanpa pandang bulu yang menargetkan warga sipil yang tidak bersenjata.

Pada Oktober 2020, tentara menembaki pengunjuk rasa damai yang berkumpul sebagai bagian dari gerakan #EndSARS nasional melawan kebrutalan polisi. Sementara pada bulan Februari, penduduk negara bagian Abia tenggara terperangkap dalam pertempuran antara pemberontak dan pasukan militer.

Penulis: Talitha Azmi F

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/