alexametrics
30.1 C
Malang
Monday, 20 September 2021

Longgarkan Makan di Tempat, Kasus Covid Singapura Langsung Meningkat

RADAR Malang – Beginilah risiko menghadapi pandemi Covid-19. Negara Singapura kembali melakukan pengetatan aktivitas warganya setelah terjadi peningkatan kasus baru. Diduga, penyebaran virus Covid-19 terjadi setelah Singapura memberi kelonggaran rumah makan atau restoran memberi layanan dine in atau makan di tempat.

Akibatnya, kasus harian Covid-19 di Singapura naik ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Kondisi ini terjadi tepat setelah pihak berwenang melonggarkan pembatasan makan di tempat di gerai makanan mulai Senin kemarin (12/7). Ini sebagai bagian dari pelonggaran karena cakupan vaksinasi warganya sudah semakin banyak.

Ada 8 kasus Covid-19 baru yang terdeteksi secara lokal dengan lima di antaranya terkait dengan infeksi yang ada atau kontak erat. Angka ini adalah yang tertinggi sejak 27 Juni saat 12 kasus ditemukan di Singapura.

Peningkatan kasus dari hanya 1 infeksi pada Minggu (11/7) terjadi ketika Singapura bersiap untuk membuka kembali ekonomi. Vaksinasi di Singapura telah mencapai setengah dari populasinya dan ditarget mencapai dua pertiga pada Hari Nasional 9 Agustus. Sebagai permulaan, awalnya lima orang diizinkan kumpul makan di restoran.

Namun, masih ada tantangan karena vaksinasi pada lansia di Singapura tergolong rendah. Padahal lansia paling rentan terhadap pelonggaran pembatasan dan peningkatan infeksi.

Sekitar 70 persen dari mereka yang berusia 70 tahun ke atas sudah mengambil dosis pertama mereka sejauh ini. Namun, masih menunggu untuk dosis kedua. Sebagian lainnya masih sulit untuk dibujuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sumber: JawaPos.Com

RADAR Malang – Beginilah risiko menghadapi pandemi Covid-19. Negara Singapura kembali melakukan pengetatan aktivitas warganya setelah terjadi peningkatan kasus baru. Diduga, penyebaran virus Covid-19 terjadi setelah Singapura memberi kelonggaran rumah makan atau restoran memberi layanan dine in atau makan di tempat.

Akibatnya, kasus harian Covid-19 di Singapura naik ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Kondisi ini terjadi tepat setelah pihak berwenang melonggarkan pembatasan makan di tempat di gerai makanan mulai Senin kemarin (12/7). Ini sebagai bagian dari pelonggaran karena cakupan vaksinasi warganya sudah semakin banyak.

Ada 8 kasus Covid-19 baru yang terdeteksi secara lokal dengan lima di antaranya terkait dengan infeksi yang ada atau kontak erat. Angka ini adalah yang tertinggi sejak 27 Juni saat 12 kasus ditemukan di Singapura.

Peningkatan kasus dari hanya 1 infeksi pada Minggu (11/7) terjadi ketika Singapura bersiap untuk membuka kembali ekonomi. Vaksinasi di Singapura telah mencapai setengah dari populasinya dan ditarget mencapai dua pertiga pada Hari Nasional 9 Agustus. Sebagai permulaan, awalnya lima orang diizinkan kumpul makan di restoran.

Namun, masih ada tantangan karena vaksinasi pada lansia di Singapura tergolong rendah. Padahal lansia paling rentan terhadap pelonggaran pembatasan dan peningkatan infeksi.

Sekitar 70 persen dari mereka yang berusia 70 tahun ke atas sudah mengambil dosis pertama mereka sejauh ini. Namun, masih menunggu untuk dosis kedua. Sebagian lainnya masih sulit untuk dibujuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sumber: JawaPos.Com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru