alexametrics
24.1 C
Malang
Monday, 20 September 2021

Iphone Diretas, Apple Kerja Keras Perbaiki Sistem Keamanan

RADAR MALANG – Apple terus berupaya untuk memperbaiki salah satu software-nya yang rentan diretas. Menurut para peneliti, perbaikan sistem keamanan ini berguna untuk menghindari terjadinya peretasan yang menginfeksi Iphone dan perangkat Apple lainnya.

Dilansir dari abcnews Selasa (14/9), peneliti dari Citizen Lab Universitas Toronto mengatakan jika keamanan telah diretas denan tujuan menanam spyware pada iPhone milik aktivis Saudi. Mereka meyakini bahwa NSO Group Israel, perusahaan peretas paling terkenal didunialah menjadi dalang di balik serangan itu.

Peretasan yang tidak diketahui sumbernya itu diduga berhasil mempengaruhi semua perangkat Apple seperti iPhone, Mac, dan Apple Watch. Menanggapi tuduhan itu, pihak NSO Group hanya mengeluarkan satu kalimat pernyataan. Intinya mereka akan terus menyediakan alat untuk memerangi teror dan kejahatan.

Pada awalnya, pihak peretas telah mengaplikasikan zero-click dimana pengguna tidak harus mengklik tautan pembawa virus secara langsung. Pada 7 September lalu, peneliti berhasil menemukan kode berbahaya lalu melaporkannya ke pihak Apple. Sedangkan aktivis yang telah ditargetkan peretas masih ditetapkan sebagai anonim.

“Kami tidak harus menghubungkan serangan ini dengan pemerintah Saudi,” kata peneliti Bill Marczak.

Citizen Lab sebelumnya menemukan bukti zero-click yang digunakan untuk meretas ponsel jurnalis Al-Jazeera dan beberapa target lainnya. Tetapi mereka sebelumnya tidak pernah melihat kode berbahaya itu sendiri secara langsung.

Meski begitu, pakar keamanan mengatakan bahwa pengguna iPhone, iPad, dan Mac tidak perlu khawatir. Karena serangan semacam itu cenderung untuk target tertentu.

Peretasan dimulai dari adanya file gambar berbahaya yang dikirim ke ponsel aktivis melalui aplikasi pesan iMessage. Tahap itu terjadi sebelum ponselnya juga diretas oleh spyware Pegasus NSO. Hal itu ditemukan setelah peneliti memeriksa kedua telepon. Hasilnya menunjukkan bahwa ponsel tersebut telah terinfeksi sejak bulan Maret. Marczak mengatakan file berbahaya itu menyebabkan perangkat mengalami crash.

Atas tuduhan tersebut, lagi-lagi Citizen Lab menerima bantahan dari NSO Group. Mereka mengatakan bahwa pihaknya hanya mengizinkan spyware-nya digunakan untuk warga sipil biasa. Dalam sebuah postingan di blog, Apple mengatakan sedang mengeluarkan pembaruan keamanan untuk iPhone dan iPad. Ini karena file PDF juga dapat menjadi penyebab penggunanya diretas.

Dalam pernyataan berikutnya, kepala keamanan Apple Ivan Krstić memuji Citizen Lab dan mengatakan peretasan semacam itu bukanlah ancaman bagi sebagian besar pengguna Apple. Dia mengingatkan bahwa peretasan semacam itu biasanya menghabiskan biaya jutaan dolar untuk dikembangkan dan seringkali memiliki umur simpan yang pendek.

Penulis: Dela Romadhona

RADAR MALANG – Apple terus berupaya untuk memperbaiki salah satu software-nya yang rentan diretas. Menurut para peneliti, perbaikan sistem keamanan ini berguna untuk menghindari terjadinya peretasan yang menginfeksi Iphone dan perangkat Apple lainnya.

Dilansir dari abcnews Selasa (14/9), peneliti dari Citizen Lab Universitas Toronto mengatakan jika keamanan telah diretas denan tujuan menanam spyware pada iPhone milik aktivis Saudi. Mereka meyakini bahwa NSO Group Israel, perusahaan peretas paling terkenal didunialah menjadi dalang di balik serangan itu.

Peretasan yang tidak diketahui sumbernya itu diduga berhasil mempengaruhi semua perangkat Apple seperti iPhone, Mac, dan Apple Watch. Menanggapi tuduhan itu, pihak NSO Group hanya mengeluarkan satu kalimat pernyataan. Intinya mereka akan terus menyediakan alat untuk memerangi teror dan kejahatan.

Pada awalnya, pihak peretas telah mengaplikasikan zero-click dimana pengguna tidak harus mengklik tautan pembawa virus secara langsung. Pada 7 September lalu, peneliti berhasil menemukan kode berbahaya lalu melaporkannya ke pihak Apple. Sedangkan aktivis yang telah ditargetkan peretas masih ditetapkan sebagai anonim.

“Kami tidak harus menghubungkan serangan ini dengan pemerintah Saudi,” kata peneliti Bill Marczak.

Citizen Lab sebelumnya menemukan bukti zero-click yang digunakan untuk meretas ponsel jurnalis Al-Jazeera dan beberapa target lainnya. Tetapi mereka sebelumnya tidak pernah melihat kode berbahaya itu sendiri secara langsung.

Meski begitu, pakar keamanan mengatakan bahwa pengguna iPhone, iPad, dan Mac tidak perlu khawatir. Karena serangan semacam itu cenderung untuk target tertentu.

Peretasan dimulai dari adanya file gambar berbahaya yang dikirim ke ponsel aktivis melalui aplikasi pesan iMessage. Tahap itu terjadi sebelum ponselnya juga diretas oleh spyware Pegasus NSO. Hal itu ditemukan setelah peneliti memeriksa kedua telepon. Hasilnya menunjukkan bahwa ponsel tersebut telah terinfeksi sejak bulan Maret. Marczak mengatakan file berbahaya itu menyebabkan perangkat mengalami crash.

Atas tuduhan tersebut, lagi-lagi Citizen Lab menerima bantahan dari NSO Group. Mereka mengatakan bahwa pihaknya hanya mengizinkan spyware-nya digunakan untuk warga sipil biasa. Dalam sebuah postingan di blog, Apple mengatakan sedang mengeluarkan pembaruan keamanan untuk iPhone dan iPad. Ini karena file PDF juga dapat menjadi penyebab penggunanya diretas.

Dalam pernyataan berikutnya, kepala keamanan Apple Ivan Krstić memuji Citizen Lab dan mengatakan peretasan semacam itu bukanlah ancaman bagi sebagian besar pengguna Apple. Dia mengingatkan bahwa peretasan semacam itu biasanya menghabiskan biaya jutaan dolar untuk dikembangkan dan seringkali memiliki umur simpan yang pendek.

Penulis: Dela Romadhona

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru