alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel Usai Tarawih

RADAR MALANG – Lima orang ditangkap ketika ratusan orang melakukan kerusuhan di Yerusalem Timur setelah kembali dari salat tarawih pada malam pertama Ramadan. Kerususuhan tersebut melibatkan jamaah muslim yang berhadapan dengan polisi Israel di dekat gerbang kota tua Damaskus, Rabu (14/4).

Beberapa orang melemparkan batu ke bus yang lewat, menyebabkan luka ringan pada dua pengemudi dan tiga penumpang dan membutuhkan perawatan medis. Selain itu, batu, botol kaca, dan petasan dilemparkan ke petugas polisi, melukai salah satu petugas.

Melansir The Times of Israel, Kamis (15/4), polisi Israel mengatakan bahwa bentrokan terjadi tak lama sebelum jamaah diminta untuk mengakhiri salat tarawih dan meninggalkan daerah tersebut.

Ketegangan juga meningkat di Yerusalem Timur karena kekhawatiran Israel akan mencegah daerah itu dimasukkan dalam pemilihan legislatif nasional Palestina yang dijadwalkan bulan depan. Israel menindak aktivitas Otoritas Palestina di dalam Yerusalem dan menganggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan Israel di ibukotanya.

Fatah dan Faksi Organisasi Pembebasan Palestina lainnya mengatakan Senin bahwa tidak akan ada pemilu Palestina tanpa partisipasi warga Palestina Yerusalem Timur.

Penghubung militer Israel untuk Palestina, COGAT, mengatakan bahwa 10 ribu warga Palestina yang divaksinasi akan diizinkan untuk salat Jumat di Masjid Al-Aqsa di Temple Mount untuk menandai Jumat pertama Ramadhan.

“Langkah-langkah diambil untuk memungkinkan kebebasan beribadah dan beragama di satu sisi, dan di sisi lain, mencegah sejauh mungkin, penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut,” kata COGAT dalam sebuah pernyataan.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Lima orang ditangkap ketika ratusan orang melakukan kerusuhan di Yerusalem Timur setelah kembali dari salat tarawih pada malam pertama Ramadan. Kerususuhan tersebut melibatkan jamaah muslim yang berhadapan dengan polisi Israel di dekat gerbang kota tua Damaskus, Rabu (14/4).

Beberapa orang melemparkan batu ke bus yang lewat, menyebabkan luka ringan pada dua pengemudi dan tiga penumpang dan membutuhkan perawatan medis. Selain itu, batu, botol kaca, dan petasan dilemparkan ke petugas polisi, melukai salah satu petugas.

Melansir The Times of Israel, Kamis (15/4), polisi Israel mengatakan bahwa bentrokan terjadi tak lama sebelum jamaah diminta untuk mengakhiri salat tarawih dan meninggalkan daerah tersebut.

Ketegangan juga meningkat di Yerusalem Timur karena kekhawatiran Israel akan mencegah daerah itu dimasukkan dalam pemilihan legislatif nasional Palestina yang dijadwalkan bulan depan. Israel menindak aktivitas Otoritas Palestina di dalam Yerusalem dan menganggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan Israel di ibukotanya.

Fatah dan Faksi Organisasi Pembebasan Palestina lainnya mengatakan Senin bahwa tidak akan ada pemilu Palestina tanpa partisipasi warga Palestina Yerusalem Timur.

Penghubung militer Israel untuk Palestina, COGAT, mengatakan bahwa 10 ribu warga Palestina yang divaksinasi akan diizinkan untuk salat Jumat di Masjid Al-Aqsa di Temple Mount untuk menandai Jumat pertama Ramadhan.

“Langkah-langkah diambil untuk memungkinkan kebebasan beribadah dan beragama di satu sisi, dan di sisi lain, mencegah sejauh mungkin, penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut,” kata COGAT dalam sebuah pernyataan.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/