alexametrics
21.4 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

7 Level Dunia Hacker, Dari Kasta Newbie hingga The Automated Tool

RADAR MALANG – Keberadaan sosok hacker di dunia komputer dan internet saat ini makin sering disebut dan kian familiar di telinga masyarakat umum. Pekerjannya adalah meretas data, informasi atau sistem keamanan hingga mengendalikannya.

Makin banyaknya orang yang tertarik dengan dunia hacker membuat mereka terbagi dalam beberapa level atau tingkatan . Untuk memudahkan, pembagian ’kasta’ didasarkan pada kemampuan, ’track record’ aksi hingga sasaran yang diretas. Apa saja levelnya? Berikut ini 7 golongan dalam dunia hacker:

1. Script Kiddies
Golongan ini untuk para pemula atau newbie yang melakukan hacking website atau sistem lain dengan menggunakan program yang sudah dibuat oleh para hacker terdahulu dan berpengalaman.

Script Kiddies hanya menggunakan program-program tersebut tanpa harus mencoba membuat program baru. Mayoritas, mereka hanya mengerti konsep dasar hacking saja.

Kebanyakan para Script Kiddies melakukan aksinya dengan dasar iseng dan tidak melakukannya untuk alasan tertentu. Boleh dibilang hanya sebagai pencarian jati diri di dunia hacking.

2. Hacking Group
Nah, Hacking Group ini adalah kumpulan orang juga para Script Kiddies yang bersatu untuk tujuan tertentu. Mereka akan merasa kuat apabila power, pengalaman dan kemampuan yang mereka miliki digabungkan dalam satu kelompok.

Mayoritas orang-orang dalam Hacking Group ini beraksi dengan tujuan tertentu yang tentunya selain untuk mencari popularitas, mereka juga mencari keuntungan.

Dalam Hacking Group ini masih digolongkan dalam beberapa kategori lagi, seperti Defacer, Cracker dan Carder.

Defacer adalah kelompok yang suka mengubah tampilan website dengan tujuan untuk menunjukkan eksistensi kelompok dan untuk menyuarakan aspirasi.

Cracker adalah kelompok yang tidak fokus pada penyerangan suatu website. Kelompok ini hanya bertujuan untuk mencari celah kelemahan suatu software berbayar agar dapat digunakan secara bebas dan gratis.

Carder adalah kelompok yang fokus pada peretasan toko-toko online atau bank. Dengan meretas toko online atau bank, mereka akan mendapatkan informasi kartu kredit pelanggan tempat tersebut agar dapat digunakan untuk berbelanja barang lain yang mereka butuhkan.

3. Hacktivist
Hacktivist adalah sekumpulan orang yang mempunyai visi dan misi sama. Mereka rata-rata mempunyai keahlian, kemampuan dan pengalaman yang tinggi.

Kelompok yang satu ini menggelar aksinya dengan tujuan politis atau sosial. Salah satu contoh hacktivist terkenal saat ini adalah Anonymous yang juga mempunyai ‘cabang’ di setiap negara.

4. Black Hat Professionals
Kelompok Black Hat Professionals merupakan kelompok yang mahir dalam hal coding. Kelompok ini tidak dapat dimusnahkan atau juga ditemui secara mudah. Mereka akan terus tumbuh dan berkembang. Rata-rata, kelompok satu ini merupakan musuh pemerintah dan pebisnis.

5. Organized Criminal Gangs
Nah, kelompok ini boleh dibilang berbahaya karena mereka secara langsung berada di bawah gang kriminal. Orang-orang dalam kategori ini merupakan orang-orang pilihan yang mempunyai keahlian di atas rata-rata. Mereka beraksi secara halus sehingga pihak kepolisian-pun akan susah untuk mendeteksi atau juga menangkapnya.

6. Nation States
Kelompok yang satu ini juga lebih terorganisasi dan terselubung. Dalam aksinya mereka mengincar infrastruktur penting seperti milik pemerintah, publik, finansial dan militer. Salah satu contohnya adalah munculnya virus flame yang sempat membuat heboh pemerintah Iran di pertengahan tahun 2012 lalu.

7. The Automated Tool
Orang-orang yang masuk dalam kategori ini adalah para pembuat virus berbahaya yang dapat menginfeksi sebuah website atau juga program untuk perangkat elektronik tertentu (PC dan mobile device). Kelompok ini juga dibagi atas kategori dengan dasar tingkat pengalaman dan kemampuan.

Menurut laman Bankofsecurity.com seperti di lansir Pojoksatu (Jawa Pos Group), untuk menangkal serangan dari ke tujuh golongan ini diharapkan mengerti karakteristik para penyerang terlebih dahulu sebelum membuat penangkalan atau juga pertahanan.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Keberadaan sosok hacker di dunia komputer dan internet saat ini makin sering disebut dan kian familiar di telinga masyarakat umum. Pekerjannya adalah meretas data, informasi atau sistem keamanan hingga mengendalikannya.

Makin banyaknya orang yang tertarik dengan dunia hacker membuat mereka terbagi dalam beberapa level atau tingkatan . Untuk memudahkan, pembagian ’kasta’ didasarkan pada kemampuan, ’track record’ aksi hingga sasaran yang diretas. Apa saja levelnya? Berikut ini 7 golongan dalam dunia hacker:

1. Script Kiddies
Golongan ini untuk para pemula atau newbie yang melakukan hacking website atau sistem lain dengan menggunakan program yang sudah dibuat oleh para hacker terdahulu dan berpengalaman.

Script Kiddies hanya menggunakan program-program tersebut tanpa harus mencoba membuat program baru. Mayoritas, mereka hanya mengerti konsep dasar hacking saja.

Kebanyakan para Script Kiddies melakukan aksinya dengan dasar iseng dan tidak melakukannya untuk alasan tertentu. Boleh dibilang hanya sebagai pencarian jati diri di dunia hacking.

2. Hacking Group
Nah, Hacking Group ini adalah kumpulan orang juga para Script Kiddies yang bersatu untuk tujuan tertentu. Mereka akan merasa kuat apabila power, pengalaman dan kemampuan yang mereka miliki digabungkan dalam satu kelompok.

Mayoritas orang-orang dalam Hacking Group ini beraksi dengan tujuan tertentu yang tentunya selain untuk mencari popularitas, mereka juga mencari keuntungan.

Dalam Hacking Group ini masih digolongkan dalam beberapa kategori lagi, seperti Defacer, Cracker dan Carder.

Defacer adalah kelompok yang suka mengubah tampilan website dengan tujuan untuk menunjukkan eksistensi kelompok dan untuk menyuarakan aspirasi.

Cracker adalah kelompok yang tidak fokus pada penyerangan suatu website. Kelompok ini hanya bertujuan untuk mencari celah kelemahan suatu software berbayar agar dapat digunakan secara bebas dan gratis.

Carder adalah kelompok yang fokus pada peretasan toko-toko online atau bank. Dengan meretas toko online atau bank, mereka akan mendapatkan informasi kartu kredit pelanggan tempat tersebut agar dapat digunakan untuk berbelanja barang lain yang mereka butuhkan.

3. Hacktivist
Hacktivist adalah sekumpulan orang yang mempunyai visi dan misi sama. Mereka rata-rata mempunyai keahlian, kemampuan dan pengalaman yang tinggi.

Kelompok yang satu ini menggelar aksinya dengan tujuan politis atau sosial. Salah satu contoh hacktivist terkenal saat ini adalah Anonymous yang juga mempunyai ‘cabang’ di setiap negara.

4. Black Hat Professionals
Kelompok Black Hat Professionals merupakan kelompok yang mahir dalam hal coding. Kelompok ini tidak dapat dimusnahkan atau juga ditemui secara mudah. Mereka akan terus tumbuh dan berkembang. Rata-rata, kelompok satu ini merupakan musuh pemerintah dan pebisnis.

5. Organized Criminal Gangs
Nah, kelompok ini boleh dibilang berbahaya karena mereka secara langsung berada di bawah gang kriminal. Orang-orang dalam kategori ini merupakan orang-orang pilihan yang mempunyai keahlian di atas rata-rata. Mereka beraksi secara halus sehingga pihak kepolisian-pun akan susah untuk mendeteksi atau juga menangkapnya.

6. Nation States
Kelompok yang satu ini juga lebih terorganisasi dan terselubung. Dalam aksinya mereka mengincar infrastruktur penting seperti milik pemerintah, publik, finansial dan militer. Salah satu contohnya adalah munculnya virus flame yang sempat membuat heboh pemerintah Iran di pertengahan tahun 2012 lalu.

7. The Automated Tool
Orang-orang yang masuk dalam kategori ini adalah para pembuat virus berbahaya yang dapat menginfeksi sebuah website atau juga program untuk perangkat elektronik tertentu (PC dan mobile device). Kelompok ini juga dibagi atas kategori dengan dasar tingkat pengalaman dan kemampuan.

Menurut laman Bankofsecurity.com seperti di lansir Pojoksatu (Jawa Pos Group), untuk menangkal serangan dari ke tujuh golongan ini diharapkan mengerti karakteristik para penyerang terlebih dahulu sebelum membuat penangkalan atau juga pertahanan.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/