alexametrics
24.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

7 PMI Perempuan di Irak Diduga Disekap Agen di Ruang Bawah Tanah

RADAR MALANG – Sebanyak 7 Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan di Irak diduga tengah disekap di ruang bawah tanah sebuah kantor di Duhok oleh oknum agensi di Slemani. Informasi penyekapan 7 PMI perempuan di Irak itu diungkap oleh salah satu PMI di Irak berinisial AU dalam percakapan via perpesanan berbasis internet.

AU mengaku mendapatkan informasi 7 PMI perempuan di Irak disekap itu dari sambungan telepon kawannya di kantor agensi sebelum akhirnya disita. “Sebelum mereka disita HP-nya, dia ngabari aku lewat telepon,” ungkapnya dilansir dari Pojoksatu, Jumat (17/9).

Peristiwa itu bermula saat ketujuh rekannya dipulangkan oleh majikannya. Salah seorang diantaranya tengah dalam keadaan sakit.

“Terus mereka bertujuh ini menyusun rencana untuk kabur ke KBRI atau KJRI di Erbil,” ujarnya. AU menjelaskan, KBRI di Baghad letaknya cukup jauh. Karena itu mereka memutuskan hendak mendatangi KJRI di Erbil.

“Sebelum mereka kabur mereka telepon dulu ke pihak KBRI melalui Pak Zaenul dan Pak Amir,” bebernya. Setelah dapat arahan, ketujuh TKW itu memilih kabur. “Tapi bukan diarahkan ke Erbil, tapi ke Slemani,” sambungnya.

“Saat di Slemani sudah ada yang menunggu, yaitu Pak Amir dan Mr. Aram. Pak Aram, pengacara Irak yang kerja di KBRI,” katanya.

Alih-alih dibawa ke KBRI atau KJRI di Ebril, para PMI itu malah dibawa ke kantor agensi di Slemani. “Jadi, mereka kerjasama sama agensi sini, kak, yaitu di tourist company yang dipimpin oleh Mr. Pristiwan yang berada di Slemani,” tuturnya.

Akhirnya, katanya, ponsel para PMI itu disita dan mereka dijebloskan di ruang bawah tanah. Dulu, tambahnya lagi, para TKW itu sempat didatangi oleh pihak KBRI. Namun tidak ada tindak lanjut karena tidak ditemukan bukti penyekapan di bawah tanah.

“Karena mungkin sudah dipindahin kali orangnya,” bebernya.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Sebanyak 7 Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan di Irak diduga tengah disekap di ruang bawah tanah sebuah kantor di Duhok oleh oknum agensi di Slemani. Informasi penyekapan 7 PMI perempuan di Irak itu diungkap oleh salah satu PMI di Irak berinisial AU dalam percakapan via perpesanan berbasis internet.

AU mengaku mendapatkan informasi 7 PMI perempuan di Irak disekap itu dari sambungan telepon kawannya di kantor agensi sebelum akhirnya disita. “Sebelum mereka disita HP-nya, dia ngabari aku lewat telepon,” ungkapnya dilansir dari Pojoksatu, Jumat (17/9).

Peristiwa itu bermula saat ketujuh rekannya dipulangkan oleh majikannya. Salah seorang diantaranya tengah dalam keadaan sakit.

“Terus mereka bertujuh ini menyusun rencana untuk kabur ke KBRI atau KJRI di Erbil,” ujarnya. AU menjelaskan, KBRI di Baghad letaknya cukup jauh. Karena itu mereka memutuskan hendak mendatangi KJRI di Erbil.

“Sebelum mereka kabur mereka telepon dulu ke pihak KBRI melalui Pak Zaenul dan Pak Amir,” bebernya. Setelah dapat arahan, ketujuh TKW itu memilih kabur. “Tapi bukan diarahkan ke Erbil, tapi ke Slemani,” sambungnya.

“Saat di Slemani sudah ada yang menunggu, yaitu Pak Amir dan Mr. Aram. Pak Aram, pengacara Irak yang kerja di KBRI,” katanya.

Alih-alih dibawa ke KBRI atau KJRI di Ebril, para PMI itu malah dibawa ke kantor agensi di Slemani. “Jadi, mereka kerjasama sama agensi sini, kak, yaitu di tourist company yang dipimpin oleh Mr. Pristiwan yang berada di Slemani,” tuturnya.

Akhirnya, katanya, ponsel para PMI itu disita dan mereka dijebloskan di ruang bawah tanah. Dulu, tambahnya lagi, para TKW itu sempat didatangi oleh pihak KBRI. Namun tidak ada tindak lanjut karena tidak ditemukan bukti penyekapan di bawah tanah.

“Karena mungkin sudah dipindahin kali orangnya,” bebernya.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru