alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Muak Ada Skandal Seks, Tentara Wanita Senior Kanada Pilih Mundur

RADAR MALANG – Kasus dugaan maraknya kasus pelecehan seksual di internal militer Kanada kian menjadi kontroversi. Terbaru, Letnan Kolonel Eleanor Taylor, veteran perang Afghanistan yang juga bertugas untuk pasukan khusus, memilih untuk mundur diri. Lewat surat pengunduran dirinya, dia menyatakan sudah muak karena militer telah gagal menangani kasus pelecehan seksual dalam lingkungan mereka. Ia juga menuliskan bahwa militer telah kehilangan kredibilitasnya karena masalah ini.

Melansir dari The Guardian, Kamis (18/3), Kanada dalam beberapa bulan terakhir ini memang sedang diguncang tuduhan pelecehan seksual di kalangan perwira senior, termasuk keterlibatan dua pimpinannya. Hal itulah yang membuat Taylor akhirnya memilih mengundurkan diri.

“Selama bertahun-tahun saya berbicara di depan umum tentang kehebatan yang diperolah wanita di angkatan bersenjata. Saya tetap bangga menjadi salah satu bagian ini, namun pelecehan seksual ini berbahaya. Kami telah kehilangan semua kredibilitas,” tulis Taylor dalam surat pengunduran dirinya.

Ia juga menuliskan bagaimana sepanjang karirnya, dia menyaksikan penggunaan kekuasaan yang tidak semestinya dan berbagai eksploitasi seksual. Ia mengakui bahwa ada kemungkinan ia telah menjadi bagian yang memungkinan pelecehan tersebut menjadi terus berlanjut.

Sepucuk surat pengunduran diri Taylor yang dikirimkan Selasa (16/3) lalu itu menjadi pukulan telak bagi institusi militer yang kini sedang berada dalam situasi krisis. Pada akhir Februari, McDonald, Kepala Staf Pertahanan Kanada juga mengundurkan diri setelah adanya penyelidikan terbuka atas perilaku pelecehan seksualnya.

Sebelum McDonald, mantan Kepala Staf Pertahanan Jenderal Jonathan Vance juga menghadapi penyelidikan atas tuduhan pelecehan seksual. Namun ia membantah semua tuduhan perilaku yang ia anggap tidak pantas itu.

Kini, sebuah komite parlemen sedang menyelidiki tuduhan pelecehan seksual pada tingkat yang lebih tinggi. Seperti perdana menteri Justin Trudeau, dan menteri pertahanan lama Harjit Sajjan. Mereka telah dikritik atas penanganan tuduhan sebelumnya terhadap pejabat senior.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Kasus dugaan maraknya kasus pelecehan seksual di internal militer Kanada kian menjadi kontroversi. Terbaru, Letnan Kolonel Eleanor Taylor, veteran perang Afghanistan yang juga bertugas untuk pasukan khusus, memilih untuk mundur diri. Lewat surat pengunduran dirinya, dia menyatakan sudah muak karena militer telah gagal menangani kasus pelecehan seksual dalam lingkungan mereka. Ia juga menuliskan bahwa militer telah kehilangan kredibilitasnya karena masalah ini.

Melansir dari The Guardian, Kamis (18/3), Kanada dalam beberapa bulan terakhir ini memang sedang diguncang tuduhan pelecehan seksual di kalangan perwira senior, termasuk keterlibatan dua pimpinannya. Hal itulah yang membuat Taylor akhirnya memilih mengundurkan diri.

“Selama bertahun-tahun saya berbicara di depan umum tentang kehebatan yang diperolah wanita di angkatan bersenjata. Saya tetap bangga menjadi salah satu bagian ini, namun pelecehan seksual ini berbahaya. Kami telah kehilangan semua kredibilitas,” tulis Taylor dalam surat pengunduran dirinya.

Ia juga menuliskan bagaimana sepanjang karirnya, dia menyaksikan penggunaan kekuasaan yang tidak semestinya dan berbagai eksploitasi seksual. Ia mengakui bahwa ada kemungkinan ia telah menjadi bagian yang memungkinan pelecehan tersebut menjadi terus berlanjut.

Sepucuk surat pengunduran diri Taylor yang dikirimkan Selasa (16/3) lalu itu menjadi pukulan telak bagi institusi militer yang kini sedang berada dalam situasi krisis. Pada akhir Februari, McDonald, Kepala Staf Pertahanan Kanada juga mengundurkan diri setelah adanya penyelidikan terbuka atas perilaku pelecehan seksualnya.

Sebelum McDonald, mantan Kepala Staf Pertahanan Jenderal Jonathan Vance juga menghadapi penyelidikan atas tuduhan pelecehan seksual. Namun ia membantah semua tuduhan perilaku yang ia anggap tidak pantas itu.

Kini, sebuah komite parlemen sedang menyelidiki tuduhan pelecehan seksual pada tingkat yang lebih tinggi. Seperti perdana menteri Justin Trudeau, dan menteri pertahanan lama Harjit Sajjan. Mereka telah dikritik atas penanganan tuduhan sebelumnya terhadap pejabat senior.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/