alexametrics
23.9 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Taliban Kuasai Afghanistan, Peta Terorisme Indonesia Berubah

RADAR MALANG – Kelompok Militan Taliban telah berhasil menguasai Afghanistan. Kondisi ini diperkirakan bisa mempengaruhi pergerakan jaringan teroris di Indonesia.

“Pergerakan kelompok teroris di Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh perkembangan situasi di tingkat global dan regional,” kata Juru Bicara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto kepada wartawan, Jumat (20/8).

Mengutip Jawapos, Jumat (20/8), Wawan menjelaskan, pada saat ISIS mendeklarasikan cita-citanya untuk mewujudkan negara Islam di Irak dan Syria pada 2014 silam, ada beberapa WNI yang tertarik untuk menjadi bagian di dalamnya. Beberapa orang bahkan terdeteksi pergi ke sana.

“Pasca kemenangan Taliban menguasai Afghanistan, BIN bersama jajaran intelijen melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat deteksi dini dan cegah dini terutama kepada kelompok teroris yang memiliki kedekatan ideologis dan jaringan dengan Taliban,” imbuhnya.

Taliban sendiri telah mengeluarkan pernyataan tidak akan mengusik misi diplomatik asing di Afghanistan. Namun, Pemerintah Indonesia akan terus memonitor situasi keamanan di sana.

“Keselamatan WNI dan staf KBRI di Afghanistan, menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia. Sejauh ini kondisi WNI dan staf KBRI di Afghanistan dalam kondisi aman dan selamat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kelompok militan Taliban menyatakan kemenangannya setelah perang di Afghanistan berakhir. Taliban berhasil menyerbu ibu kota, Kabul dan membuat Presiden Ashraf Ghani kabur dari negara itu. Jalan-jalan di Kabul sepi pada hari Senin (16/8).

Parahnya lagi terjadi kekacauan dan kepanikan di bandara internasional. Ratusan warga Afghanistan memutuskan eksodus dari negara itu seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (16/8).

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya juga berebut untuk mengevakuasi diplomat dan warga negara mereka. Seorang juru bicara kantor politik Taliban mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompok itu tidak ingin hidup dalam isolasi. Bentuk pemerintahan baru di Afghanistan akan segera dijelaskan oleh Taliban.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Kelompok Militan Taliban telah berhasil menguasai Afghanistan. Kondisi ini diperkirakan bisa mempengaruhi pergerakan jaringan teroris di Indonesia.

“Pergerakan kelompok teroris di Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh perkembangan situasi di tingkat global dan regional,” kata Juru Bicara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto kepada wartawan, Jumat (20/8).

Mengutip Jawapos, Jumat (20/8), Wawan menjelaskan, pada saat ISIS mendeklarasikan cita-citanya untuk mewujudkan negara Islam di Irak dan Syria pada 2014 silam, ada beberapa WNI yang tertarik untuk menjadi bagian di dalamnya. Beberapa orang bahkan terdeteksi pergi ke sana.

“Pasca kemenangan Taliban menguasai Afghanistan, BIN bersama jajaran intelijen melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat deteksi dini dan cegah dini terutama kepada kelompok teroris yang memiliki kedekatan ideologis dan jaringan dengan Taliban,” imbuhnya.

Taliban sendiri telah mengeluarkan pernyataan tidak akan mengusik misi diplomatik asing di Afghanistan. Namun, Pemerintah Indonesia akan terus memonitor situasi keamanan di sana.

“Keselamatan WNI dan staf KBRI di Afghanistan, menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia. Sejauh ini kondisi WNI dan staf KBRI di Afghanistan dalam kondisi aman dan selamat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kelompok militan Taliban menyatakan kemenangannya setelah perang di Afghanistan berakhir. Taliban berhasil menyerbu ibu kota, Kabul dan membuat Presiden Ashraf Ghani kabur dari negara itu. Jalan-jalan di Kabul sepi pada hari Senin (16/8).

Parahnya lagi terjadi kekacauan dan kepanikan di bandara internasional. Ratusan warga Afghanistan memutuskan eksodus dari negara itu seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (16/8).

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya juga berebut untuk mengevakuasi diplomat dan warga negara mereka. Seorang juru bicara kantor politik Taliban mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompok itu tidak ingin hidup dalam isolasi. Bentuk pemerintahan baru di Afghanistan akan segera dijelaskan oleh Taliban.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/