alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Varian Baru Corona India Ditemukan di Israel

RADARMALANG – Israel mengonfirmasi telah menemukan delapan kasus varian corona yang berasal dari India. Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel Hezi Levy mengatakan, tujuh kasus di antaranya berasal dari orang yang baru tiba dari luar negeri.

Varian virus corona baru gelombang kedua di India yakni B117 berpotensi mutasi dan bisa menular. Hal ini tentu menyebabkan penularan virus yang lebih intens. Produksi virus B117 disebut lebih banyak menyerang di saluran pernapasan.

Melansir dari Reuters, Rabu,(25/4) Hezi Lvy meyakini, vaksin Pfizer/BioNTech bisa efektif melawan varian baru virus baru itu.
“Kelihatannya vaksin Pfizer berkhasiat melawan, meskipun kemanjurannya berkurang,” kata Hezi Levy.

Israel merupakan negara dengan populasi 9,3 penduduk telah memvaksinasi penuh sekitar 81 persen warga atau penduduk di atas usia 16 tahun. Infeksi Covid-19 dan rawat inap dilaporkan menurun tajam setelah program vaksinasi nasional berjalan.

Pada akhir pekan lalu, warga Israel merayakan kesuksesan vaksinasi Covid-19 dengan turun ke jalan tanpa masker. Aksi ini dilakukan pada Minggu (18/4) untuk menandai tonggak bersejarah setelah negara itu berhasil memvaksinasi setengah warga negara.

Sementara itu, sejumlah negara tengah mengkhawatirkan penyebaran varian baru virus corona yang berasal dari India. Hingga saat ini India mencatat 15.314.714 kasus corona dengan 180.550 kematian. Setidaknya India tercatat 259.170 kasus corona baru dan 1.761 kematian dalam sehari.

Jumlah itu menjadikan India menggeser Brasil sebagai negara dengan jumlah kasus corona tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Penulis: Mega Annisa N

RADARMALANG – Israel mengonfirmasi telah menemukan delapan kasus varian corona yang berasal dari India. Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel Hezi Levy mengatakan, tujuh kasus di antaranya berasal dari orang yang baru tiba dari luar negeri.

Varian virus corona baru gelombang kedua di India yakni B117 berpotensi mutasi dan bisa menular. Hal ini tentu menyebabkan penularan virus yang lebih intens. Produksi virus B117 disebut lebih banyak menyerang di saluran pernapasan.

Melansir dari Reuters, Rabu,(25/4) Hezi Lvy meyakini, vaksin Pfizer/BioNTech bisa efektif melawan varian baru virus baru itu.
“Kelihatannya vaksin Pfizer berkhasiat melawan, meskipun kemanjurannya berkurang,” kata Hezi Levy.

Israel merupakan negara dengan populasi 9,3 penduduk telah memvaksinasi penuh sekitar 81 persen warga atau penduduk di atas usia 16 tahun. Infeksi Covid-19 dan rawat inap dilaporkan menurun tajam setelah program vaksinasi nasional berjalan.

Pada akhir pekan lalu, warga Israel merayakan kesuksesan vaksinasi Covid-19 dengan turun ke jalan tanpa masker. Aksi ini dilakukan pada Minggu (18/4) untuk menandai tonggak bersejarah setelah negara itu berhasil memvaksinasi setengah warga negara.

Sementara itu, sejumlah negara tengah mengkhawatirkan penyebaran varian baru virus corona yang berasal dari India. Hingga saat ini India mencatat 15.314.714 kasus corona dengan 180.550 kematian. Setidaknya India tercatat 259.170 kasus corona baru dan 1.761 kematian dalam sehari.

Jumlah itu menjadikan India menggeser Brasil sebagai negara dengan jumlah kasus corona tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Penulis: Mega Annisa N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/