alexametrics
30.1 C
Malang
Monday, 20 September 2021

Lepas Masker Tanpa Jaga Jarak, Inggris Cabut Kebijakan Lockdown

RADAR MALANG – Senin (19/7) pemerintah Inggris mencabut lockdown nasional di negara tersebut. Tak cuma dicabut, tapi seluruh aturan yang menyertainya juga ditiadakan. Tidak ada lagi jaga jarak, pakai masker, dan larangan berkerumun. Penduduk Inggris menyebutnya sebagai Freedom Day alias Hari Kebebasan.

Melansir Jawapos, Rabu (21/7), penduduk bisa beraktivitas seperti sediakala ketika tidak ada pandemi. Restoran, kelab malam, dan semua tempat umum dibuka seperti biasa. Tidak ada batasan dalam penerimaan pengunjung. Pencabutan lockdown itu dilakukan ketika angka penularan di Inggris masih meningkat tajam.

Penularan harian di Inggris saat ini mencapai lebih dari 50 ribu kasus. Varian Delta dari India menjadi penyebab lonjakan kasus. Banyak pakar kesehatan yang berpendapat bahwa langkah yang diambil pemerintah Inggris bakal berdampak fatal. Gelombang masif penularan baru bakal terjadi. Peringatan itu dilontarkan jauh hari sebelumnya, tapi Perdana Menteri (PM) Boris Johnson kukuh dengan keputusannya.

”Ini adalah saat yang tepat, tetapi kita harus melakukannya dengan hati-hati. Kita harus ingat bahwa virus ini masih ada di luar sana,” tegas Johnson.

RADAR MALANG – Senin (19/7) pemerintah Inggris mencabut lockdown nasional di negara tersebut. Tak cuma dicabut, tapi seluruh aturan yang menyertainya juga ditiadakan. Tidak ada lagi jaga jarak, pakai masker, dan larangan berkerumun. Penduduk Inggris menyebutnya sebagai Freedom Day alias Hari Kebebasan.

Melansir Jawapos, Rabu (21/7), penduduk bisa beraktivitas seperti sediakala ketika tidak ada pandemi. Restoran, kelab malam, dan semua tempat umum dibuka seperti biasa. Tidak ada batasan dalam penerimaan pengunjung. Pencabutan lockdown itu dilakukan ketika angka penularan di Inggris masih meningkat tajam.

Penularan harian di Inggris saat ini mencapai lebih dari 50 ribu kasus. Varian Delta dari India menjadi penyebab lonjakan kasus. Banyak pakar kesehatan yang berpendapat bahwa langkah yang diambil pemerintah Inggris bakal berdampak fatal. Gelombang masif penularan baru bakal terjadi. Peringatan itu dilontarkan jauh hari sebelumnya, tapi Perdana Menteri (PM) Boris Johnson kukuh dengan keputusannya.

”Ini adalah saat yang tepat, tetapi kita harus melakukannya dengan hati-hati. Kita harus ingat bahwa virus ini masih ada di luar sana,” tegas Johnson.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru