alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Tolak Tembak Demonstran, Polisi Myanmar Kabur Ke India

RADAR MALANG – Petugas polisi Myanmar melarikan diri ke India setelah mereka menentang perintah untuk menembak orang yang memprotes kudeta militer negara, Minggu (21/3).

Melansir AP News, Senin (22/3), salah satu petugas yang mengungsi di sebuah desa di negara bagian Mizoram, India timur laut, sepanjang perbatasan dengan Myanmar mengatakan, mereka enggan pulang ke Myanmar sampai masalah di negara tersebut selesai.

Para petugas mengatakan, alasan mereka melarikan diri karena prihatin atas keselamatan anggota keluarga mereka di Myanmar. Sementara junta militer memerintahkan mereka untuk menangkap, memukuli, menyiksa para pengunjuk rasa.

“Polisi selalu dikirim ke depan setiap kali ada protes. Saya tidak punya pilihan selain meninggalkan Myanmar,” ujar salah satu petugas.

Tindakan keras keamanan setelah kudeta 1 Februari Myanmar telah memaksa sejumlah pengungsi melewati perbatasan ke India. Otoritas negara bagian dan federal India belum memberikan pernyataan apa pun, tetapi beberapa menteri negara bagian mengatakan jumlahnya bisa mencapai ratusan.

Satu desa di India telah memberi perlindungan bagi 34 personel polisi dan satu petugas pemadam kebakaran yang menyeberang ke India selama dua minggu terakhir.

Pemerintah federal India dan negara bagian Mizoram berselisih tentang masuknya pengungsi. Sebelumnya, pemerintah Mizoram telah mengizinkan pengungsi masuk dan memberi mereka makanan dan tempat tinggal.

Namun pekan lalu, Kementerian Dalam Negeri India mengatakan kepada empat negara bagian India yang berbatasan dengan Myanmar, termasuk Mizoram, untuk mengambil tindakan guna mencegah pengungsi memasuki India kecuali atas dasar kemanusiaan.

Kementerian mengatakan, negara-negara bagian tidak berwenang untuk memberikan status pengungsi kepada siapa pun yang masuk dari Myanmar, karena India bukan penandatangan Konvensi Pengungsi PBB tahun 1951 atau Protokol 1967.

Pada Kamis (18/3) pekan lalu, pejabat terpilih Mizoram, Zoramthanga menulis kepada Perdana Menteri Narendra Modi dan mengatakan India tidak bisa menutup mata terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di negaranya.

Zoramthanga, menulis dalam surat tersebut bahwa orang-orang di negaranya yang memiliki ikatan etnis dengan para pengungsi dari komunitas China di Myanmar, tidak dapat mengabaikan penderitaan mereka. Dia mendesak pemerintah federal untuk meninjau kembali perintahnya dan mengizinkan pengungsi masuk ke India.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Petugas polisi Myanmar melarikan diri ke India setelah mereka menentang perintah untuk menembak orang yang memprotes kudeta militer negara, Minggu (21/3).

Melansir AP News, Senin (22/3), salah satu petugas yang mengungsi di sebuah desa di negara bagian Mizoram, India timur laut, sepanjang perbatasan dengan Myanmar mengatakan, mereka enggan pulang ke Myanmar sampai masalah di negara tersebut selesai.

Para petugas mengatakan, alasan mereka melarikan diri karena prihatin atas keselamatan anggota keluarga mereka di Myanmar. Sementara junta militer memerintahkan mereka untuk menangkap, memukuli, menyiksa para pengunjuk rasa.

“Polisi selalu dikirim ke depan setiap kali ada protes. Saya tidak punya pilihan selain meninggalkan Myanmar,” ujar salah satu petugas.

Tindakan keras keamanan setelah kudeta 1 Februari Myanmar telah memaksa sejumlah pengungsi melewati perbatasan ke India. Otoritas negara bagian dan federal India belum memberikan pernyataan apa pun, tetapi beberapa menteri negara bagian mengatakan jumlahnya bisa mencapai ratusan.

Satu desa di India telah memberi perlindungan bagi 34 personel polisi dan satu petugas pemadam kebakaran yang menyeberang ke India selama dua minggu terakhir.

Pemerintah federal India dan negara bagian Mizoram berselisih tentang masuknya pengungsi. Sebelumnya, pemerintah Mizoram telah mengizinkan pengungsi masuk dan memberi mereka makanan dan tempat tinggal.

Namun pekan lalu, Kementerian Dalam Negeri India mengatakan kepada empat negara bagian India yang berbatasan dengan Myanmar, termasuk Mizoram, untuk mengambil tindakan guna mencegah pengungsi memasuki India kecuali atas dasar kemanusiaan.

Kementerian mengatakan, negara-negara bagian tidak berwenang untuk memberikan status pengungsi kepada siapa pun yang masuk dari Myanmar, karena India bukan penandatangan Konvensi Pengungsi PBB tahun 1951 atau Protokol 1967.

Pada Kamis (18/3) pekan lalu, pejabat terpilih Mizoram, Zoramthanga menulis kepada Perdana Menteri Narendra Modi dan mengatakan India tidak bisa menutup mata terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di negaranya.

Zoramthanga, menulis dalam surat tersebut bahwa orang-orang di negaranya yang memiliki ikatan etnis dengan para pengungsi dari komunitas China di Myanmar, tidak dapat mengabaikan penderitaan mereka. Dia mendesak pemerintah federal untuk meninjau kembali perintahnya dan mengizinkan pengungsi masuk ke India.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/