alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Besok, Junta Militer Myanmar Adili Aung San Suu Kyi

RADAR MALANG – Junta militer Myanmar terus berusaha mengukuhkan kekuasannya pascakudeta. Pemimpin Junta Min Aung Hlaing mengatakan proses peradilan terhadap Aung San Suu Kyi yang rencananya akan dilakukan besok (24/5). Dia juga menyebut Suu Kyi saat ini dalam keadaan sehat dan tengah beristirahat di rumahnya.

Pernyataan itu disampaikannya Min kepada Phoenix Television, kantor berita Hong Kong (20/5). “Daw Aung San Suu Kyi dalam keadaan sehat, dia ada di rumahnya dan akan diadili di pengadilan dalam beberapa hari ke depan”, katanya seperti dilansir Reuters, Minggu,(23/4).

Pemimpin junta militer Myanmar itu juga mengklaim dia dan pasukannya berhasil merebut kekuasaan dari kecurangan dalam pemilihan yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi bulan November tahun lalu. Min juga membeber rencananya untuk mengadakan pemilihan ulang dan mengubah sistem konsitusi Myanmar.

Saat ini, jumlah penduduk Myanmar yang mengungsi ke perbatasan India diperkirakan sudah mencapai 15 ribu orang. Mereka menghindari bentrokan antara kelompok pro-demokrasi, milisi etnis dengan tentara junta selepas kudeta.

“Jumlahnya terus bertambah setiap hari,” kata Wakil Ketua Dewan Perencanaan Negara Bagian Mizoram, India H. Rammawi.

Para pengungsi dari Myanmar itu bermukim di negara bagian Mizoram, terutama di wilayah pegunungan. Ramawi mengatakan, Awal April lalu pengungsi sebanyak 1.800 orang. Namun, kini jumlahnya melejit hingga mencapai 15.400 orang. Penduduk Mizoram sebagian besar warga Myanmar serta dikenal satu rumpun. Selain itu, mereka juga memiliki kerabat yang tinggal di kedua negara itu.

Sementara itu dilaporkan sekitar 6.000 warga Myanmar ada yang mengungsi dan tinggal di lima distrik di Aizawl, Ibu Kota Mizoram. Rammawi memperkirakan, jumlah pengungsi itu akan terus bertambah menghindari pertempuran antara milisi etnis dan oposisi dengan pasukan junta Myanmar yang terus terjadi di Negara Bagian Chin. Negara bagian Myanmar itu berbatasan langsung dengan Mizoram.

Penulis: Mega Annisa N

RADAR MALANG – Junta militer Myanmar terus berusaha mengukuhkan kekuasannya pascakudeta. Pemimpin Junta Min Aung Hlaing mengatakan proses peradilan terhadap Aung San Suu Kyi yang rencananya akan dilakukan besok (24/5). Dia juga menyebut Suu Kyi saat ini dalam keadaan sehat dan tengah beristirahat di rumahnya.

Pernyataan itu disampaikannya Min kepada Phoenix Television, kantor berita Hong Kong (20/5). “Daw Aung San Suu Kyi dalam keadaan sehat, dia ada di rumahnya dan akan diadili di pengadilan dalam beberapa hari ke depan”, katanya seperti dilansir Reuters, Minggu,(23/4).

Pemimpin junta militer Myanmar itu juga mengklaim dia dan pasukannya berhasil merebut kekuasaan dari kecurangan dalam pemilihan yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi bulan November tahun lalu. Min juga membeber rencananya untuk mengadakan pemilihan ulang dan mengubah sistem konsitusi Myanmar.

Saat ini, jumlah penduduk Myanmar yang mengungsi ke perbatasan India diperkirakan sudah mencapai 15 ribu orang. Mereka menghindari bentrokan antara kelompok pro-demokrasi, milisi etnis dengan tentara junta selepas kudeta.

“Jumlahnya terus bertambah setiap hari,” kata Wakil Ketua Dewan Perencanaan Negara Bagian Mizoram, India H. Rammawi.

Para pengungsi dari Myanmar itu bermukim di negara bagian Mizoram, terutama di wilayah pegunungan. Ramawi mengatakan, Awal April lalu pengungsi sebanyak 1.800 orang. Namun, kini jumlahnya melejit hingga mencapai 15.400 orang. Penduduk Mizoram sebagian besar warga Myanmar serta dikenal satu rumpun. Selain itu, mereka juga memiliki kerabat yang tinggal di kedua negara itu.

Sementara itu dilaporkan sekitar 6.000 warga Myanmar ada yang mengungsi dan tinggal di lima distrik di Aizawl, Ibu Kota Mizoram. Rammawi memperkirakan, jumlah pengungsi itu akan terus bertambah menghindari pertempuran antara milisi etnis dan oposisi dengan pasukan junta Myanmar yang terus terjadi di Negara Bagian Chin. Negara bagian Myanmar itu berbatasan langsung dengan Mizoram.

Penulis: Mega Annisa N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/