alexametrics
22.3 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Pangeran Harry Debut Jadi Bos Start Up Usai Hengkang dari Kerajaan

RADAR MALANG – Setelah secara resmi memisahkan diri dari Kerajaan Inggris, kini Pangeran Harry menggeluti pekerjaan barunya sebagai salah satu bos startup berskala unicorn yang berbasis di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Mengutip dari The Guardian, Rabu (24/3), Pangeran Harry menjabat sebagai Chief Impact Officer di perusahaan rintisan bernama Better Up yang bernilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Sebagai pimpinan, Harry bertugas membantu mendorong kesadaran akan kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan mental, mengerjakan strategi produk, dan memberi nasihat mengenai kolaborasi amal.

Diketahui, ini adalah jabatan formal pertama pemegang gelar Duke of Sussex itu di sebuah perusahaan swasta semenjak dia keluar dari keanggotaan keluarga kerajaan Inggris beberapa waktu lalu.

Harry berharap, dirinya mampu menggunakan pengalaman pribadinya dalam membantu klien perusahaan dengan pembinaan proaktif untuk pengembangan diri, serta mencapai kehidupan yang lebih baik.

“Saya sangat yakin bahwa berfokus dan memprioritaskan kebugaran mental kita membuka potensi dan peluang yang tidak pernah kita sadari ada di dalam diri kita. Seperti yang dikatakan Royal Marine Commandos, ini adalah kondisi pikiran. Kita semua memilikinya dalam diri kita,” ungkapnya.

Sebelumnya, kiprah saudara Pangeran William itu di bidang kesehatan mental bukanlah hal yang baru. Sebab, Pria 36 tahun ini pernah meluncurkan ‘Sentebale’, sebuah lembaga amal yang mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan kaum muda yang terjangkit HIV di Botswana dan Lesotho, serta menjadi penggagas ‘Invictus Games’, sebuah kegiatan khusus untuk rehabilitasi psikologis dan fisik para personel angkatan bersenjata yang sakit atau terluka.

Sementara itu, selain terjun di dunia startup dan kesehatan mental, Harry bersama istrinya Meghan Markle juga menjadi pengisi konten di platform Spotify dan Netflix setelah menandatangani kesepakatan bernilai jutaan dolar.

Penulis : Gilang Ilham

RADAR MALANG – Setelah secara resmi memisahkan diri dari Kerajaan Inggris, kini Pangeran Harry menggeluti pekerjaan barunya sebagai salah satu bos startup berskala unicorn yang berbasis di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Mengutip dari The Guardian, Rabu (24/3), Pangeran Harry menjabat sebagai Chief Impact Officer di perusahaan rintisan bernama Better Up yang bernilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Sebagai pimpinan, Harry bertugas membantu mendorong kesadaran akan kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan mental, mengerjakan strategi produk, dan memberi nasihat mengenai kolaborasi amal.

Diketahui, ini adalah jabatan formal pertama pemegang gelar Duke of Sussex itu di sebuah perusahaan swasta semenjak dia keluar dari keanggotaan keluarga kerajaan Inggris beberapa waktu lalu.

Harry berharap, dirinya mampu menggunakan pengalaman pribadinya dalam membantu klien perusahaan dengan pembinaan proaktif untuk pengembangan diri, serta mencapai kehidupan yang lebih baik.

“Saya sangat yakin bahwa berfokus dan memprioritaskan kebugaran mental kita membuka potensi dan peluang yang tidak pernah kita sadari ada di dalam diri kita. Seperti yang dikatakan Royal Marine Commandos, ini adalah kondisi pikiran. Kita semua memilikinya dalam diri kita,” ungkapnya.

Sebelumnya, kiprah saudara Pangeran William itu di bidang kesehatan mental bukanlah hal yang baru. Sebab, Pria 36 tahun ini pernah meluncurkan ‘Sentebale’, sebuah lembaga amal yang mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan kaum muda yang terjangkit HIV di Botswana dan Lesotho, serta menjadi penggagas ‘Invictus Games’, sebuah kegiatan khusus untuk rehabilitasi psikologis dan fisik para personel angkatan bersenjata yang sakit atau terluka.

Sementara itu, selain terjun di dunia startup dan kesehatan mental, Harry bersama istrinya Meghan Markle juga menjadi pengisi konten di platform Spotify dan Netflix setelah menandatangani kesepakatan bernilai jutaan dolar.

Penulis : Gilang Ilham

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/