alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Covid-19 di India Makin Kritis, Jerman Kirim Bantuan Oksigen

RADAR MALANG – Jerman akan mengirim oksigen dan bantuan medis ke India dalam beberapa hari mendatang untuk membantu India mengatasi krisis Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Heiko Maas pada Senin (26/4) waktu setempat.

Melansir Jawapos, Selasa (27/4), India menderita lonjakan infeksi Covid-19 dengan jumlah kasus melesat sebesar 349.691 dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor puncak hari keempat berturut-turut. Sampai-sampai rumah sakit menolak pasien setelah kehabisan oksigen medis.

“Gelombang kedua saat ini sedang menggulung India dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Memang benar bahwa kami bertindak cepat untuk menghentikan masuknya mutasi baru di Jerman,” kata Maas kepada surat kabar Rheinische Post.

Jerman telah mengklasifikasikan India sebagai daerah dengan insiden Covid-19 yang tinggi dan menempatkan negara itu dalam daftar peringatan terpisah untuk varian virus Korona. Mulai Senin (26/4) dan seterusnya, warga Jerman yang tiba dari India hanya akan diizinkan memasuki negara dengan hasil tes negatif dan kemudian harus memulai karantina selama 14 hari. Wisatawan asing yang datang dari India tidak lagi diizinkan masuk ke Jerman.

Mass menambahkan Jerman akan melakukan yang terbaik untuk membantu India mengatasi keadaan darurat.

Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan Kementerian Luar Negeri telah meminta militer untuk menyediakan fasilitas produksi oksigen serta dukungan untuk mengangkut barang darurat dan bantuan lainnya ke India.

Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan simpatinya atas penderitaan yang mengerikan di India akibat pandemi Covid-19. “Jerman bersama dalam solidaritas dengan India dan sedang mempersiapkan misi dukungan,” kata Merkel dalam sebuah pernyataan.

Komisi Eropa juga mengatakan akan mengirim oksigen dan obat-obatan ke India setelah menerima permintaan dari pemerintah India. Inggris dan Amerika Serikat juga bakal mengirimkan bantuan termasuk peralatan medis.

Sumber: JPG

RADAR MALANG – Jerman akan mengirim oksigen dan bantuan medis ke India dalam beberapa hari mendatang untuk membantu India mengatasi krisis Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Heiko Maas pada Senin (26/4) waktu setempat.

Melansir Jawapos, Selasa (27/4), India menderita lonjakan infeksi Covid-19 dengan jumlah kasus melesat sebesar 349.691 dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor puncak hari keempat berturut-turut. Sampai-sampai rumah sakit menolak pasien setelah kehabisan oksigen medis.

“Gelombang kedua saat ini sedang menggulung India dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Memang benar bahwa kami bertindak cepat untuk menghentikan masuknya mutasi baru di Jerman,” kata Maas kepada surat kabar Rheinische Post.

Jerman telah mengklasifikasikan India sebagai daerah dengan insiden Covid-19 yang tinggi dan menempatkan negara itu dalam daftar peringatan terpisah untuk varian virus Korona. Mulai Senin (26/4) dan seterusnya, warga Jerman yang tiba dari India hanya akan diizinkan memasuki negara dengan hasil tes negatif dan kemudian harus memulai karantina selama 14 hari. Wisatawan asing yang datang dari India tidak lagi diizinkan masuk ke Jerman.

Mass menambahkan Jerman akan melakukan yang terbaik untuk membantu India mengatasi keadaan darurat.

Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan Kementerian Luar Negeri telah meminta militer untuk menyediakan fasilitas produksi oksigen serta dukungan untuk mengangkut barang darurat dan bantuan lainnya ke India.

Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan simpatinya atas penderitaan yang mengerikan di India akibat pandemi Covid-19. “Jerman bersama dalam solidaritas dengan India dan sedang mempersiapkan misi dukungan,” kata Merkel dalam sebuah pernyataan.

Komisi Eropa juga mengatakan akan mengirim oksigen dan obat-obatan ke India setelah menerima permintaan dari pemerintah India. Inggris dan Amerika Serikat juga bakal mengirimkan bantuan termasuk peralatan medis.

Sumber: JPG

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/