alexametrics
26C
Malang
Monday, 19 April 2021

Arkeolog Italia Temukan Kereta Kencana di Situs Kota Kuno Pompeii

RADAR MALANG – Arkeolog Italia mengumumkan telah menemukan kereta kuda di dekat kota Romawi kuno, Pompeii. Sebuah gerbong roda empat digali di dekat kandang tempat tiga fosil kuda yang lebih dulu ditemukan tahun 2018.

Melansir dari BBC Minggu (28/2), para ahli percaya bahwa kereta kencana itu kemungkinan besar digunakan dalam perayaan atau parade oleh masyarakat pada zaman dahulu. Pompeii yang dilanda letusan gunung berapi dari Gunung Vesuvius pada 79 M adalah harta karun arkeologi. Letusan gunung berapi mengubur kota itu dalam lapisan abu tebal. Keberadaan abu tersebut mengawetkan banyak peninggalan dan bangunannya.

Kereta itu ditemukan di serambi dua tingkat yang terhubung ke kandang kuda di sebuah vila kuno di Civita Giuliana sebelah utara tembok kota kuno. Kereta seremonial itu memiliki komponen besi, perunggu, dan dekorasi timah serta tali dan dekorasi bunga yang ditemukan hampir utuh.

Para arkeolog mengatakan upaya untuk membersihkan kereta itu dari sisa abu tebal dapat memakan waktu berminggu-minggu dalam upaya penggalian yang dimulai pada 7 Januari lalu.

Operasi tersebut dilakukan oleh para arkeolog dan bekerja sama dengan kejaksaan setempat di tengah upaya kriminal menjarah benda-benda cagar budaya. “Ini adalah penemuan luar biasa yang memajukan pemahaman kita tentang dunia kuno,” kata Massimo Osanna, direktur situs tersebut. Dia mengatakan beberapa hiasan di kereta kuda menyiratkan bahwa itu digunakan untuk perayaan komunitas, mungkin termasuk upacara pernikahan.

“Pompeii terus membuat kami takjub dengan penemuannya dan kami akan terus melakukan penelitian selama bertahun-tahun di sini dengan 20 hektare tanah yang masih harus digali,” ujar Dario Dario Franceschini, Menteri Kebudayaan Italia.

Kota kuno yang terletak di sekitar 23 km (14 mil) di tenggara Napoli ini adalah situs warisan dunia Unesco. Tempat ini biasanya menjadi salah satu tempat wisata paling populer di Italia, tetapi saat ini ditutup karena pandemi virus Covid-19.

Penulis: Fara Trisna Rahmadani

RADAR MALANG – Arkeolog Italia mengumumkan telah menemukan kereta kuda di dekat kota Romawi kuno, Pompeii. Sebuah gerbong roda empat digali di dekat kandang tempat tiga fosil kuda yang lebih dulu ditemukan tahun 2018.

Melansir dari BBC Minggu (28/2), para ahli percaya bahwa kereta kencana itu kemungkinan besar digunakan dalam perayaan atau parade oleh masyarakat pada zaman dahulu. Pompeii yang dilanda letusan gunung berapi dari Gunung Vesuvius pada 79 M adalah harta karun arkeologi. Letusan gunung berapi mengubur kota itu dalam lapisan abu tebal. Keberadaan abu tersebut mengawetkan banyak peninggalan dan bangunannya.

Kereta itu ditemukan di serambi dua tingkat yang terhubung ke kandang kuda di sebuah vila kuno di Civita Giuliana sebelah utara tembok kota kuno. Kereta seremonial itu memiliki komponen besi, perunggu, dan dekorasi timah serta tali dan dekorasi bunga yang ditemukan hampir utuh.

Para arkeolog mengatakan upaya untuk membersihkan kereta itu dari sisa abu tebal dapat memakan waktu berminggu-minggu dalam upaya penggalian yang dimulai pada 7 Januari lalu.

Operasi tersebut dilakukan oleh para arkeolog dan bekerja sama dengan kejaksaan setempat di tengah upaya kriminal menjarah benda-benda cagar budaya. “Ini adalah penemuan luar biasa yang memajukan pemahaman kita tentang dunia kuno,” kata Massimo Osanna, direktur situs tersebut. Dia mengatakan beberapa hiasan di kereta kuda menyiratkan bahwa itu digunakan untuk perayaan komunitas, mungkin termasuk upacara pernikahan.

“Pompeii terus membuat kami takjub dengan penemuannya dan kami akan terus melakukan penelitian selama bertahun-tahun di sini dengan 20 hektare tanah yang masih harus digali,” ujar Dario Dario Franceschini, Menteri Kebudayaan Italia.

Kota kuno yang terletak di sekitar 23 km (14 mil) di tenggara Napoli ini adalah situs warisan dunia Unesco. Tempat ini biasanya menjadi salah satu tempat wisata paling populer di Italia, tetapi saat ini ditutup karena pandemi virus Covid-19.

Penulis: Fara Trisna Rahmadani

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru