alexametrics
25C
Malang
Monday, 19 April 2021

Ratusan Siswi Sekolah Asrama Diculik Kelompok Bersenjata di Nigeria

RADAR MALANG – Sekelompok pria bersenjata menculik siswi sekolah asrama di Nigeria utara Jumat (26/2). Tak main-main, total ada 317 gadis belia yang dibawa kabur.

”Polisi dan militer telah memulai operasi bersama untuk menyelamatkan gadis-gadis itu setelah serangan di Government Girls Junior Secondary School di kota Jangebe,” ujar juru bicara polisi di negara bagian Zamfara, Mohammed Shehu yang mengonfirmasi jumlah siswi yang diculik.

Salah satu orang tua, Nasiru Abdullahi, mengatakan bahwa putrinya berusia 10 dan 13 tahun termasuk di antara gadis yang hilang menurut The Associated Press News Minggu (28/2). “Sangat mengecewakan bahwa meskipun militer memiliki kehadiran yang kuat di dekat sekolah, mereka tidak dapat melindungi para gadis,” katanya. Ia menyatakan kini dirinya hanya bisa mengharapkan campur tangan Tuhan.

Penduduk mengatakan orang-orang bersenjata itu juga menyerang kamp militer dan pos pemeriksaan terdekat untuk mencegah tentara campur tangan. Sementara itu, belum jelas apakah ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Beberapa kelompok bersenjata beroperasi di negara bagian Zamfara, yang digambarkan oleh pemerintah sebagai bandit, dan diketahui menculik demi uang dan mendorong pembebasan anggotanya dari penjara.

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengatakan, prioritas pemerintah adalah mengembalikan semua sandera sekolah dengan selamat, hidup dan tidak terluka. “Kami tidak akan menyerah pada pemerasan oleh bandit dan penjahat yang menargetkan siswa sekolah yang tidak bersalah dengan harapan pembayaran uang tebusan yang besar,” katanya.

“Biarlah bandit, penculik, dan teroris tidak memiliki ilusi bahwa mereka lebih kuat dari pemerintah. Mereka tidak boleh salah mengira pengekangan kita sebagai tujuan kemanusiaan untuk melindungi kehidupan yang tidak bersalah sebagai kelemahan, atau tanda ketakutan atau ketidaktegasan,” tambahnya.

Dia meminta pemerintah negara bagian untuk meninjau kebijakan mereka dalam melakukan tebusan kepada bandit. “Kebijakan seperti itu berpotensi menjadi bumerang dengan konsekuensi petaka,” kata Buhari. Dia juga mengatakan pemerintah negara bagian dan lokal harus memainkan peran mereka dengan proaktif dalam meningkatkan keamanan di dalam dan sekitar sekolah.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres langsung mengecam keras penculikan itu dan menyerukan pembebasan segera tanpa syarat dengan harapan gadis-gadis yang diculik dipulangkan dengan selamat ke keluarga mereka. ”Mengingat serangan terhadap sekolah sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia dan hak-hak anak,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric.

PBB juga mendukung pemerintah dan rakyat Nigeria dalam perjuangan mereka melawan terorisme, ekstremisme kekerasan, dan kejahatan terorganisir. PBB juga mendesak otoritas Nigeria membawa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini ke pengadilan. “Kami marah dan sedih dengan serangan brutal lainnya terhadap anak-anak sekolah di Nigeria,” kata Peter Hawkins, perwakilan UNICEF di negara itu. “Ini adalah pelanggaran berat terhadap hak-hak anak dan pengalaman mengerikan yang harus dialami anak-anak.” tambahnya.

Anietie Ewang, peneliti Nigeria di Human Rights Watch, mencatat adanya banyak kasus penculikan baru-baru. “Diperlukan tindakan keras dari pihak berwenang untuk membalikkan keadaan dan menjaga keamanan sekolah,” ciutnya di twitter.

Amnesty International juga mengutuk serangan mengerikan itu. “Gadis-gadis yang diculik berada dalam risiko serius untuk disakiti.”

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Sekelompok pria bersenjata menculik siswi sekolah asrama di Nigeria utara Jumat (26/2). Tak main-main, total ada 317 gadis belia yang dibawa kabur.

”Polisi dan militer telah memulai operasi bersama untuk menyelamatkan gadis-gadis itu setelah serangan di Government Girls Junior Secondary School di kota Jangebe,” ujar juru bicara polisi di negara bagian Zamfara, Mohammed Shehu yang mengonfirmasi jumlah siswi yang diculik.

Salah satu orang tua, Nasiru Abdullahi, mengatakan bahwa putrinya berusia 10 dan 13 tahun termasuk di antara gadis yang hilang menurut The Associated Press News Minggu (28/2). “Sangat mengecewakan bahwa meskipun militer memiliki kehadiran yang kuat di dekat sekolah, mereka tidak dapat melindungi para gadis,” katanya. Ia menyatakan kini dirinya hanya bisa mengharapkan campur tangan Tuhan.

Penduduk mengatakan orang-orang bersenjata itu juga menyerang kamp militer dan pos pemeriksaan terdekat untuk mencegah tentara campur tangan. Sementara itu, belum jelas apakah ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Beberapa kelompok bersenjata beroperasi di negara bagian Zamfara, yang digambarkan oleh pemerintah sebagai bandit, dan diketahui menculik demi uang dan mendorong pembebasan anggotanya dari penjara.

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengatakan, prioritas pemerintah adalah mengembalikan semua sandera sekolah dengan selamat, hidup dan tidak terluka. “Kami tidak akan menyerah pada pemerasan oleh bandit dan penjahat yang menargetkan siswa sekolah yang tidak bersalah dengan harapan pembayaran uang tebusan yang besar,” katanya.

“Biarlah bandit, penculik, dan teroris tidak memiliki ilusi bahwa mereka lebih kuat dari pemerintah. Mereka tidak boleh salah mengira pengekangan kita sebagai tujuan kemanusiaan untuk melindungi kehidupan yang tidak bersalah sebagai kelemahan, atau tanda ketakutan atau ketidaktegasan,” tambahnya.

Dia meminta pemerintah negara bagian untuk meninjau kebijakan mereka dalam melakukan tebusan kepada bandit. “Kebijakan seperti itu berpotensi menjadi bumerang dengan konsekuensi petaka,” kata Buhari. Dia juga mengatakan pemerintah negara bagian dan lokal harus memainkan peran mereka dengan proaktif dalam meningkatkan keamanan di dalam dan sekitar sekolah.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres langsung mengecam keras penculikan itu dan menyerukan pembebasan segera tanpa syarat dengan harapan gadis-gadis yang diculik dipulangkan dengan selamat ke keluarga mereka. ”Mengingat serangan terhadap sekolah sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia dan hak-hak anak,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric.

PBB juga mendukung pemerintah dan rakyat Nigeria dalam perjuangan mereka melawan terorisme, ekstremisme kekerasan, dan kejahatan terorganisir. PBB juga mendesak otoritas Nigeria membawa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini ke pengadilan. “Kami marah dan sedih dengan serangan brutal lainnya terhadap anak-anak sekolah di Nigeria,” kata Peter Hawkins, perwakilan UNICEF di negara itu. “Ini adalah pelanggaran berat terhadap hak-hak anak dan pengalaman mengerikan yang harus dialami anak-anak.” tambahnya.

Anietie Ewang, peneliti Nigeria di Human Rights Watch, mencatat adanya banyak kasus penculikan baru-baru. “Diperlukan tindakan keras dari pihak berwenang untuk membalikkan keadaan dan menjaga keamanan sekolah,” ciutnya di twitter.

Amnesty International juga mengutuk serangan mengerikan itu. “Gadis-gadis yang diculik berada dalam risiko serius untuk disakiti.”

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru