KOTA BATU – Doktrin kiamat sudah dekat yang menghinggapi warga Ponorogo hingga berbondong-bondong pindah ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falahi Mubtadin’ (MFM) di salah satu wilayah Kasembon, Malang langsung disikapi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang.

Perwakilan MUI Kabupaten Malang, Ibnu Mukti menyatakan sebelum isu ini berhembus di pemberitaan, ponpes MFM telah dikroscek. Melalui klarifikasi ke pemimpin ponpes yang bersangkutan, dinyatakan yang disampaikan masih dalam koridor agama Islam dan tidak menyimpang.

“Terkait dengan peristiwa huru hara ini, memang dari awal MUI Kabupaten Malang sudah tanggap. Begitu berita ini ramai, kami langsung ambil sikap dengan bertabayyun (mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya), dan hasilnya kita pastikan Ponpes MFM ini tidak menyimpang. Masih tetap dalam koridor sesuai dengan agama Islam,” ujarnya saat melakukan klarifikasi di Polres Batu, petang ini (Rabu, 13/3).

Terkait dengan keyakinan mengenai kiamat, pria yang akrab disapa Gus Ibnu ini menambahkan jika belum ada kejelasan pasti dan banyak sudut pandang dari berbagai ulama. Salah satunya yang dilakukan di ponpes MFM tersebut.

Pihaknya menilai, sudut pandang mengenai kiamat yang diambil oleh ponpes MFM tidak ada masalah. Bahkan itu semua tercantum dalam Alquran dan hadits.

“Ini masalah sudut pandang, berbagai tokoh agama pun dalam menyikapi pengetahuan kiamat juga tidak sama. Dan 10 tanda besar kiamat yang disebutkan salah satunya mengenai meteor kaidahnya ada dalam Al Quran dan hadits. Hal ini harus bisa menjadi maklum,” imbuhnya.

Meski begitu, pria yang menjabat sebagai Wakil PC Anshor Kabupaten Malang ini berharap tetap ada penyelidikan atas tersebarnya informasi isu kiamat yang telah meresahkan masyarkat umum.

“Terkait adanya berita tersebut yang telah meyebar di sosial media, siapa yang menyebar kita serahkan pada Kapolres,” tandasnya.

Pewarta: Arifina
Foto: Arifina
Penyunting : Fia