JawaPos.com – Satuan Polisi Pamong Praja membongkar empat rumah yang diduga kuat sebagai tempat prostitusi di Desa Saing Prupuk Kecamatan Batu Engau, Kamis (17/1). Pembongkaran bangunan ini dilakukan pihak kepolisian, TNI, Kecamatan dan pemerintah desa setempat.

Pembongkaran ini tindak lanjut dari putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Hal ini diungkapkan Kepala Satpol PP Paser Heriansyah Idris, disela kegiatan.

Heriansyah menyebutkan, pihaknya sudah memberikan teguran kepada pemilik rumah, namun dibaikan. Sehingga pembongkran pun akhirnya dilakukan.

Pembongkaran sarana prostitusi terselubung itu merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum.

“Kegiatan ini tindak lanjut dari Perda Nomor 15 tahun 2016 tentang ketertiban umum dimana keberadaan warung remang-remang atau praktek prostitusi terselubung ini sudah meresahkan masyarakat,” kata Heriansyah dikutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), Jumat (18/1).

Heriansyah mengakui, masih banyak praktik prostitusi terselubung dengan bentuk warung kopi atau warung remang-remang. Namun menurutnya, di Desa Saing Prupuk inilah pertumbuhan prostitusi yang cukup signifikan dibanding wilayah lain, seperti di Gunung Rambutan.

Namun, menurut pantauan pihaknya di desa ini (Saing Prupuk) yang pertumbuhannya cukup pesat. Di bagian lain Kepala Desa Saing Prupuk, Jamadi mengaku lega, dan berharap pembongkaran ini dapat memberikan efek jera bagi pelaku praktik prostitusi terselubung lainnya yang belum terungkap.

Untuk diketahui, sejak tiga tahun terakhir, Satpol PP Kabupaten Paser melakukan razia di sejumlah titik yang terindikasi sebagai lokasi prostitusi. Data 2015 silam, Satpol PP bersama TNI, Polri, serta pemerintahan kecamatan mendapati 21 PSK di wilayah Gunung Rambutan, Kecamatan Kuaro serta Desa Saing Prupuk, Kecamatan Batu Engau.

Editor           : Estu Suryowati

Reporter      : Jpg