Bupati Pasuruan Targetkan 2021 Tak Ada Lagi Jalan Rusak

PURWOREJO, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan akan fokus pembangunan konektivitas infrastruktur tahun 2021. Dan targetnya di tahun 2021 sudah tidak ada lagi jalan rusak di Kabupaten Pasuruan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Irsyad Yusuf, bupati Pasuruan pada Forum Konsultasi Publik terkait Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pasuruan tahun 2021 di Gedung Serbaguna, Pemkab Pasuruan. Dalam forum tersebut membuka dialog bersama Forkopimda, akademisi, tokoh publik, dan semua golongan masyarakat.

Bupati mengemukakan bahwa setiap tahun Pemkab Pasuruan memiliki arah kebijakan khusus yang dilakukan. Jika tahun 2020 ini difokuskan pada Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pelayanan Publik, maka tahun 2021 adalah Konektivitas Infrastruktur.

“Konektivitas Infrastruktur ini tidak hanya terkait jalan dan akses, tapi juga kita fokuskan agar tidak ada lagi disparitas wilayah di barat dan di timur Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

PAPARKAN RENCANA: Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf memberikan paparan dalam Forum Konsultasi Publik terkait Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pasuruan tahun 2021, Kamis (13/2) lalu. (Foto: Erri Kartika/Radar Bromo)

 

Irsyad mengakui saat ini kondisi jalan di Kabupaten Pasuruan tak sepenuhnya mulus. Ada beberapa titik yang masuk rusak imbas proyek nasional mulai dari jalan tol, SPAM Umbulan, sampai juga jalan yang rusak karena intensitas bencana seperti banjir.

Sehingga, mulai tahun ini dikatakan dari Pemkab Pasuruan akan menyisir jalan rusak di Kabupaten Pasuruan. “Dan Target kami di tahun 2021 mendatang sudah tidak ada lagi jalan rusak di Kabupaten Pasuruan lantaran tahun tersebut kita fokuskan terkait pembangunan infrastruktur,” terangnya.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, konektivitas infrastruktur juga terkait pemerataan pembangunan. Ke depan investasi yang masuk di Kabupaten Pasuruan juga akan difokuskan pada wilayah timur.

Hal ini masih dalam tahap penyelesaian review terkait Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). “Dari Perda RTRW yang baru nantinya akan makin membuka ruang investasi di Kabupaten Pasuruan, namun lahan pertanian tetap kita pertahankan jangan sampai berkurang,” ujarnya.

Irsyad menekankan bahwa ke depan bakal tidak ada lagi wilayah barat dan timur di Kabupaten Pasuruan. Saat ini terus diupayakan pemerataan pembangunan, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, sampai rencana membuka kawasan industri di wilayah timur. Harapannya sama-sama meningkatkan pemerataan kesejahteraan di Kabupaten Pasuruan. (eka/hn/fun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here