Lolos Kebiri, Kakek Gaek Pelaku Pencabulan Divonis 7 Tahun Penjara

JawaPos.com – Terdakwa kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur, I Ketut Wiriana, 60, alias Lubak divonis pidana penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara, Selasa (3/9). Terdakwa yang masih ada hubungan keluarga dengan korban tidak dihukum kebiri.

Terdakwa I Ketut Wiriana divonis terbukti bersalah oleh majelis hakim Mohammad Hasanuddin Hefni, Fakhrudin Said Ngaji dan Alfan Firdauzi Kurniawan. Terdakwa yang mencabuli cucunya sendiri dijerat dengan pasal 82 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Terdakwa asal salah satu desa Kecamatan Mendoyo ini, divonis selama 7 tahun pidana penjara, denda RP 500 juta subsider 4 bulan penjara.

Putusan tersebut berkurang 3 tahun dari tuntutan jaksa penutut umum Gusti Ngurah Agus Sumardika yang menuntut pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp 150 juta subsider 8 bulan.

“Menetapkan terdakwa tetap ditahan,” tegas ketua majelis hakim seperti dikutip Jawa Pos Radar Bali. Majelis hakim mengurangi hukuman dari tuntutan karena sudah ada perdamaian dari pihak korban.

Ibu korban yang masih anak kandung terdakwa tidak menuntut apapun dari terdakwa sehingga meminta keringanan hukuman terhadap terdakwa atau bapak kandungnya. “Ada perdamaian yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari pihak korban dan terdakwa,” terang majelis hakim.

Namun, terdakwa belum menerima putusan dan meminta hukuman lebih ringan lagi dari putusan yang sudah dibacakan majelis hakim. Terdakwa masih pikir-pikir dengan putusan yang dijatuhkan majelis hakim.

Terdakwa Lubak mencabuli cucunya sendiri,tapi terdakwa mengaku tidak sengaja melakukan pencabulan terhadap cucunya sendiri berinisial M, 12, di salah satu desa di Kecamatan Mendoyo.

Terdakwa mengaku sebagai tukang pijat dan memijat cucunya yang setiap hari bersamanya. Terdakwa dilaporkan oleh menantunya karena korban mengaku dicabuli oleh kakeknya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here