Pembunuhan Sadis Bengkulu, Ini Fakta Baru dari Keterangan Tersangka

Pembunuhan Sadis Bengkulu, Ternyata Pelaku Sempat Bekerja Usai Menghabisi Korban

JawaPos.com – Sejumlah fakta baru ditemukan dari keterangan Jamhari Muslim alias Ari,33, tersangka pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Rejang Lebong Bengkulu. Selain menemukan beberapa barang bukti, diketahui usai menghabisi nyawa ketiga korbannya, tersangka tidak langsung kabur atau melarikan diri melainkan sempat bekerja di bengkel las tak jauh dari rumahnya.

Pembunuhan Sadis Bengkulu, Ini Fakta Baru dari Keterangan Tersangka
Tersangka JM saat digelandang ke Mapolda Bengkulu (DOK.Bengkulu Ekspres/JPG)

“Usai membunuh korbannya, tersangkan JM tidak langsung melarikan diri melainkan tetap bekerja sebagai mana kegiatannya sehari-hari,” terang Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK seperti dikutip Bengkulu Ekspress (Jawa Pos Group), Sabtu (19/1).

Tiga nyawa melayang dalam pembunuhan yan dilakukan pelaku, yakni Hasnatul Laili,35, yang juga istri korban dan kedua anak korban yakni Melan Miranda,16 dan Cika Ramadhani,10.

Dijelaskan Kapolres, tersangka  usai membunuh korban dan membawa mobil jenis APV milik korban dan memarkirkan kendaraannya di RSUD Curup. Kemudian tersangka dengan menumpang ojek kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah di kawasan Kelurahan Talang Ulu, pelaku mengganti pakaian dan menuju tempatnya bekerja di salah satu bengkel las tak jauh dari rumahnya pada Sabtu (12/1) siang.

Saat pulang ke rumah Sabtu sore, tersangka melihat sudah banyak polisi yang berada di rumahnya.“Saat hendak pulang, tersangka melihat sudah banyak polisi di sekitar rumahnya, dan memutuskan meninggalkan rumahnya dengan menumpang ojek, dilanjut menumpang kendaraan umum,” tambah Kapolres.

Pelarian tersangka sendiri berhasil diendus petugas, hingga akhirnya pada Senin (13/1) Subuh, berhasil diamankan. Sementara itu, terkait dengan informasi yang beredar bahwa korban Hasnatul Laili atau Lili,35 sempat diperkosa korban karena saat ditemukan pakaian korban sudah tersingkap.

Kapolres menegaskan dalam aksi pembunuhan tersebut tidak ada aksi pemerkosaan yang dilakukan tersangka, meskipun saat dilakukan otopsi luar, petugas menemukan adanya darah di bagian kemaluan korban. Hanya saja darah tersebut bukan darah karena adanya aksi pemerkosaan namun darah halangan korban.

“Baju korban tersingkap, karena saat akan dibunuh korban melawan sehingga bajunya tersingkap,” jelas AKBP Jeki.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Jeki juga mengungkapkan bahwa, dalam menjalankan aksinya, tersangka benar-benar sendiri, korban yang sudah mengetahui seluk beluk rumah korban dan kegiatan korban di setiap paginya sehingga mempermudah tersangka dalam menjalankan aksinya.

“Saya pastikan saat ini tersangkanya hanya satu, karena memang dalam menjalankan aksinya tersangka ini sendiri,” tegas Kapolres.

Sedangkan untuk saksi sendiri, Kapolres menyebut penyidik Polres Rejang Lebong telah memanggil sebanyak 12 orang untuk dimintai keterangan. Namun menurutnya tidak menutup kemungkinan jumlah saksi tersebut akan bertambah sesuai dengan kebutuhan penyidikan.

Editor           : Mohamad Nur Asikin

Reporter      : JPG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here