3 Bandara ini Bakal Dikelola AP I - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – Sejumlah maskapai penerbangan mengaku telah terjadi penurunan jumlah penumpang, diduga terkait tiket pesawat yang mahal. Terlebih, sejumlah maskapai menerapkan bagasi berbayar.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie turut menambahkan bahwa fakta penurunan penumpang pesawat bahkan sudah terjadi sejak akhir Desember 2018.

Menurut Alvin, penurunan bisa mencapai 9 persen dibanding periode sama tahun lalu. “Enam bandara besar misal Soekarno-Hatta, Juanda, penumpang turun sekitar 13 persen. Traffic pesawat turun 5,56 persen. Jumlah penerbangan turun karena penumpang turun,” ujarnya..

Alvin menilai selain mahalnya tiket, penurunan penumpang juga dipengaruhi minat masyarakat untuk menjajal moda transportasi lain, termasuk kendaraan pribadi berkat terbangunnya jalan tol.

BACA JUGA: Tiket Pesawat Mahal, Garuda Akui Terjadi Penurunan Jumlah Penumpang

“Tol trans Jawa berpengaruh pada peta industri penerbangan. Rute Jakarta-Semarang, Jakarta-Solo dapat saingan. Kalau lewat darat, Cikampek-Surabaya di bawah enam jam, Cirebon-Semarang 2 jam,” tambahnya.

Selain itu, menurut Alvin penerapan kebijakan bagasi berbayar juga akan membuat tarif LCC menjadi lebih mahal dibandingkan maskapai full-service, seperti Garuda dan Batik Air.