Bagi Anda yang ingin ke lokasi tersebut, bisa melewati Desa Tawangagung dan Desa Argoyuwono. Di dua desa ini, kondisi jalanan masih bagus. Saat keluar Desa Argoyuwono, juga masih ada jalan cor beton.
Namun jalan cor ini dibangun hanya sampai pos pantau Gunung Semeru. Begitu mendekati area Candi Jawar, jalanan penuh bebatuan. Sepeda motor matic tidak disarankan dipakai menuju objek wisata buatan tersebut. Sebaiknya, kendaraan roda dua yang dipakai adalah yang ber-suspensi kuat.
Di sisi kiri dan kanan menuju lokasi terdapat bangunan-bangunan yang tidak terurus. Sesampainya di atas, tampak bangunan menyerupai candi, berdiri sendirian di tengah tanah lapang berumput panjang.
Camat Ampelgading Achmad Sovie Nuralam mengatakan, ini candi buatan. Candi Jawar yang asli sudah rusak, hanya tersisa fondasi. Tetapi letak peninggalan kerajaan Majapahit era Hindu-Buddha tidak berada di Argoyuwono. Melainkan masuk wilayah Kaliputih Mulyoasri. "Candi buatan ini memang eksotis dan berpotensi menjadi objek wisata," ujar Sovie, kemarin (16/5).
Persoalannya, candi buatan itu berada di area pribadi. Milik tokoh masyarakat yang belum lama ini meninggal dunia. Sekarang, kata Sovie, area tersebut menjadi hak ahli waris, yaitu anak dan menantunya.
Menurut Sovie, candi Jawar mempunyai daya tarik wisata. Karena itu, pihaknya membangun komunikasi dengan ahli waris agar bisa dijadikan objek wisata. ”Sudah ada komunikasi antara pihak pemerintah desa dengan pemiliknya,” katanya.(fin/dan) Editor : Mahmudan