Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bus Terguling, 28 Pelajar Selamat

Mardi Sampurno • Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:58 WIB
HENDAK BERWISATA: Bus yang mengangkut rombongan dari MTs Annur Sawahan, Turen, ini terguling di Kecamatan Wonosari, kemarin siang (13/8). (Yudhistira/ Radar Malang)
HENDAK BERWISATA: Bus yang mengangkut rombongan dari MTs Annur Sawahan, Turen, ini terguling di Kecamatan Wonosari, kemarin siang (13/8). (Yudhistira/ Radar Malang)
KABUPATEN - Perjalanan wisata yang dilakukan 30 orang dari MTs Annur Sawahan, Turen, kemarin siang (13/8) berakhir dramatis. Bus yang mengangkut rombongan mereka terguling di Jembatan Plandi, Kecamatan Wonosari. Bus kecil dengan plat W 7088 Y itu kuat saat melewati medan tanjakan. Akibatnya, bus yang dikendarai Fathur, 29, warga Sawahan, Kecamatan Turen itu terperosok ke plengsengan tepi jalan sebelum akhirnya terguling, bodi bus sempat menghantam tiang listrik. 

Satu siswi bernama Karomatun Nisa, 15, mengalami luka dan langsung mendapat perawatan di Puskesmas Ngajum. Sedangkan, siswa lainnya yang bernama Billy, 15, mengalami luka lecet setelah terkena pecahan kaca bus. Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi, tampak bus terguling ke sisi kiri jalan. Kaca belakangnya memang pecah.

Tiang listrik juga terlihat miring akibat dihantam bus tersebut. Laju kendaraan itu terhenti setelah tergeletak di kebun warga. Fathur, sopir bus tersebut tampak pucat dan duduk di tepi jalan. Menurut dia, bus tersebut berisi 28 siswa dan dua guru. Ditambah dengan dia, total jumlah penumpangnya menjadi 31 orang. ”Awalnya saya diperintahkan menyopiri bus ke kawasan Sumber Maron. Berangkat pukul 10 pagi. Di tengah jalan, tujuannya pindah ke Tanaka Waterpark. Tapi tidak ada yang tahu jalan ke sana. Sehingga, pakai google map,” papar Fathur saat ditanyai polisi. 

Setelah tujuan berpindah, bus pun putar haluan dari arah Kecamatan Pagelaran menuju Kecamatan Wonosari. Google Map mengarahkan bus tersebut ke jalan kecil. Tepatnya, di perbatasan antara Kecamatan Wonosari dengan Kecamatan Ngajum. Jalan itu terhubung dengan jembatan. Jalur tersebut memang menanjak. Saat melewati medan itu, bus tak kuat menanjak. ”Saya memang belum pernah lewat sini. Tadi posisi persneling sudah di gigi satu. Ketika naik tidak kuat, saya coba rem, tapi bus tetap mundur,” kata Fathur. 

Setelah bus terguling, siswa dan guru langsung dievakuasi. Mereka diungsikan warga ke masjid di sekitar lokasi. Satu siswi yang mengeluhkan sakit di bagian punggung langsung dibawa menuju Puskesmas Ngajum. Sekitar pukul 15.00 WIB, seluruh siswa yang tak mengalami luka pulang ke rumah masing-masing di Kecamatan Turen. 

Imam Mahali, guru IPS MTs Annur Sawahan, menyebut rombongan sebenarnya terdiri dari dua kendaraan. ”Saya ada di kendaraan kecil. Awalnya bus ini sudah duluan. Di tengah jalan pindah lokasi dari Sumber Maron ke Tanaka. Itu karena alasannya sudah sering ke Sumber Maron. Nah mobil kami sudah tiba di Tanaka, busnya tidak datang-datang, ternyata kecelakaan,” papar dia. 

Dia menyebut bila rombongan dari kelas 9C itu baru saja memenangkan lomba internal di MTs Annur Sawahan, Turen. Karena itu mereka merayakannya dengan liburan. Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat memastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. ”Iya, nihil korban,” kata dia. Bus yang masih terperosok kabarnya akan diderek pada hari ini (14/8). (fin/by) Editor : Mardi Sampurno
#kecelakaan lalu lintas #bus terguling #Perjalanan wisata