Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pohon Tumbang Menimpa Pasutri, Satu Meninggal

Mardi Sampurno • Minggu, 2 Oktober 2022 | 16:58 WIB
DIEVAKUASI: Petugas UPT PU Kecamatan Poncokusumo memotong pohon yang tumbang dan membahayakan pengguna jalan di Desa Wringinanom, kemarin (12/9). (YUDISTIRA/RADAR MALANG)
DIEVAKUASI: Petugas UPT PU Kecamatan Poncokusumo memotong pohon yang tumbang dan membahayakan pengguna jalan di Desa Wringinanom, kemarin (12/9). (YUDISTIRA/RADAR MALANG)
KABUPATEN - 1 Oktober 2022, menjadi waktu yang mungkin sulit dilupakan Sofiatun, 55, warga Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Di hari itu sekitar pukul 13.30, dia harus berpisah dengan suaminya, Abdul Amin, 54. Keduanya menjadi korban pohon tumbang yang terjadi di Jalan Desa Jombok, Kecamatan Ngantang. Abdul Amin meninggal di tempat. Sedangkan Sofiatun mengalami luka ringan.

Saat kejadian, diketahui bila Abdul Amin tengah membonceng istrinya dengan Honda Vario bernopol S 6341 QAB. Selain keduanya, ada juga Hambali, 50, pengemudi Grand Max bernopol W 8726 XZ yang mengalami luka berat. Mobil yang dikendarai warga Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan itu juga tertimpa pohon. Ketiga korban kemudian dibawa ke RSU Islam Madinah, Kasembon.

Photo
Photo
DI JALUR TAPAL BATAS : Selain pikap Gran Max, pohon tumbang yang terjadi di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, kemarin, juga menimpa satu motor. (BPBD KABUPATEN MALANG FOR RADAR MALANG)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Muhammad Nur Fuad Fauzi menjelaskan bila saat kejadian situasinya tengah hujan. “Lalu lintas di jalur tapal batas itu juga cukup padat,” kata dia. Rekaman video amatir di media sosial menunjukkan bila seluruh bagian depan pikap Gran Max ringsek. Rangka kaca mobil bagian depan juga remuk.

Tak hanya mengenai mobil, pohon tumbang juga sempat menutup jalan. Kabel listrik melorot ke bawah akibat tertimpa material pohon. “Karena bencana tersebut, jalur lintas Malang-Kediri menjadi macet. Jalan yang masuk wilayah Desa Jombok juga tertutup total,” jelas Fuad. BPBD, Muspika Ngantang, perangkat desa, Tagana dan anggota PMI kemudian merapat ke lokasi. Setelah membawa korban ke rumah sakit, mereka kemudian membersihkan material pohon yang tumbang. “Pukul 14.40 WIB, akses jalan raya sudah dapat dilewati lagi,” sambungnya.

Sementara itu, Kapolsek Ngantang AKP Hanis Siswanto memastikan bila dua korban luka terus mendapat penanganan hingga tadi malam. “Keluarga korban kecelakaan sudah dihubungi semua,” kata dia. Beranjak dari kasus tersebut, pihaknya mengimbau agar pengendara lebih berhatihati saat hujan turun disertai angin kencang. (fin/by) Editor : Mardi Sampurno
#korban meninggal #jalur tapal batas #pohon tumbang #kecelakaan