Peristiwa ini terjadi di belakang rumah Sulis, warga Dusun Jegong, RT 10 RW 3, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit. Dari keterangan saksi mata mengetahui longsor terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. “Begitu melihat ke belakang rumah, tepatnya di tempat kandang sapi, bangunan sudah hilang terseret tanah longsor,” katanya kepada petugas kecamatan yang datang ke lokasi kejadian sesaat setelah longsor terjadi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, keugian material ditaksi mencapai Rp. 10.000.000.
Semetara itu, Camat Dampit Abai Saleh mengatakan pihaknya sudah mendata dampak kerusakan akibat longsor tersebut. ”Kami bersama jajaran Muspika Dampit mengerahkan segenap warga untuk bahu membahu bergotong royong melakukan tindakan pengamanan agar longsor tak terjadi di tempat tersebut,” kata Abai.
Sementara itu, Jumat (8/10) kejadian tanah ambles di Kecamaatn Dampit juga terjadi di RT 29, Dusun Wonorejo, Desa Sukodono. Sekitar pukul 17.00 cuaca hujan lebat semalam suntuk sehingga mengakibatkan tanah ambles sepanjang lebih kurang 50 meter dan berimbas ke jalan pemukiman dengan bangunan rabat beton yang retak dan ambles sepanjang lebih kurang 25 meter. “Upaya yang dilakukan saat ini yaitu penutupan jalan dan pengalihan arus kendaraan yang akan melintas ke jalur yang lain,” jelas Abai. Kegiatan evakuasi lanjutan akan dilaksanakan oleh warga setempat bersama Pemerintah Desa pada hari Senin, 10 Oktober 2022. Menurut Abai kejadian ini membutuhkan penanganan khusus karena jika terjadi hujan lagi disinyalir tanah akan bertambah ambles. (*/mas) Editor : Mardi Sampurno