Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

World Sight Day, Gelar Operasi Katarak Gratis

Mardi Sampurno • Kamis, 20 Oktober 2022 | 03:28 WIB
CEGAH KEBUTAAN: Pemeriksaan mata calon peserta operasi katarak gratis di Kendedes Eye Center Singosari. KENDEDES EYE CENTER FOR RADAR KANJURUHAN
CEGAH KEBUTAAN: Pemeriksaan mata calon peserta operasi katarak gratis di Kendedes Eye Center Singosari. KENDEDES EYE CENTER FOR RADAR KANJURUHAN
SINGOSARI – Sebanyak 30 warga menjadi peserta operasi katarak gratis yang digelar Refa Cataract Foundation bekerja sama Kendedes Eye Center, Singosari. Selain untuk mengurangi kasus kebutaan, aksi sosial tersebut juga untuk memperingati World Sight Day 2022.

Operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu tersebut sudah dimulai akhir pekan lalu (15/10). Rencananya, operasi dijadwalkan bertahap dari tanggal 15, 22 dan 29 Oktober. ”Pasien yang lolos screening telah menjalani beberapa proses pemeriksaan mata, tanda vital dan GDA,” terang Direktur Utama Kendedes Eye Center dr Mirza Metita.

Sementara itu, founder Refa Cataract Foundation dr Safaruddin Refa menjelaskan, operasi katarak ini menggunakan teknik modern phacoemulsifikasi atau tanpa suntikan dan jahitan. ”Pasien pun bisa langsung pulang dan beraktivitas setelah tindakan operasi,” terangnya.

Menurut Refa, penanganan katarak dilakukan dengan pembedahan atau operasi. Bagi lensa mata yang sudah mengalami katarak, diganti dengan lensa tanam agar penglihatan kembali jelas. “Kami mengimbau ada baiknya pemeriksaan mata dilakukan secara berkala minimal 6 bulan atau setahun sekali untuk menjaga kesehatan mata. Ini terutama bagi mereka yang memasuki usia 30 tahun,” kata dia.

Karena ada banyak sekali gangguan pada mata yang disebabkan beberapa hal, misalnya gangguan pada retina dan glaucoma. Sedangkan glaucoma sendiri, ia menyebut berada di peringkat kedua sebagai penyebab kebutaan permanen di dunia setelah katarak. Pada umumnya, banyak pasien yang tidak menyadari kalau itu bisa membuat gangguan pada penglihatan. “Maka dari itu, rajin periksa ke dokter,” tutup dia.

Mirza menambahkan, dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2016, diketahui angka prevalensi katarak di wilayah Jawa Timur cukup tinggi, yaitu sebesar 4 persen. Angka tersebut merupakan angka kebutaan tertinggi nomor 2 di Asia dan di dunia. ”Karena tingginya angka kebutaan ini, aksi sosial operasi katarak gratis ini digelar. Kami ingin berkontribusi dengan menurunkan angka kebutaan di Jawa Timur,” lanjut dia. (nif/nay) Editor : Mardi Sampurno
#World Sight Day #Operasi Katarak Gratis