Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Waspada LSD, Pembukaan Pasar Hewan Dibatasi

Mardi Sampurno • Sabtu, 21 Januari 2023 | 22:30 WIB
WABAH BARU: Pedagang menyiapkan sapi yang dijual di Pasar Singosari beberapa waktu lalu. Munculnya wabah Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak juga mengintai ternak yang diperjualbelikan di pasar hewan.
WABAH BARU: Pedagang menyiapkan sapi yang dijual di Pasar Singosari beberapa waktu lalu. Munculnya wabah Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak juga mengintai ternak yang diperjualbelikan di pasar hewan.
SINGOSARI - Wabah Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak mengintai wilayah Indonesia. Kasus baru sudah ditemukan di Jawa Tengah. Meski di Jawa Timur belum ada temuan kasus, namun Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Malang tetap mewaspadai virus baru ini.

Apalagi, salah satu kota partner jual beli sapi Malang adalah Boyolali, Jawa Tengah. Sementara kasus LSD di Boyolali sudah muncul. “Inilah yang menyebabkan pasar hewan di Kabupaten Malang belum bisa beroperasi normal. Masih satu kali seminggu. Kami sangat waspadai potensi munculnya LSD. Meskipun, belum ada temuan kasus virus baru ini di Kabupaten Malang,” kata Ketua Satgas PMK Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.

Menurut Didik, operasional seminggu sekali pasar hewan juga atas rekomendasi provinsi. Dinas Peternakan Jawa Timur mengharapkan pasar hewan di daerah tidak beroperasi secara normal. Ini demi memastikan penyebaran virus LSD terbatas di Jawa Tengah saja dan tidak masuk Jatim. Karena Kabupaten Malang termasuk kawasan masif ternak, perhatian khusus diberikan provinsi.

“Kami komunikasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Jatim. Untuk sementara waktu, harus dipertahankan situasi kondusif di Kabupaten Malang ini. Supaya pasar regional kita aman lebih dahulu. Semoga bisa direplikasi untuk penanganan LSD,” jelasnya.

Didik mengatakan, potensi Malang terpapar LSD cukup tinggi. Sebab, sentra ternak di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang bermitra dengan Boyolali. Untuk memastikan transaksi ternak tak terjadi dengan Jateng, ada pembatasan operasional pasar hewan. Didik pun masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait situasi penyebaran virus LSD nasional.

Didik menambahkan, pencegahan penyebaran LSD di Kabupaten Malang bukan tanggung jawab satu pihak. Melainkan, kerja sama seluruh stakeholder yang berkepentingan.

Misalnya, Pemkab Malang sebagai pengelola pasar, peternak dan pedagang ternak. Menurut Didik, kerja pemerintah dalam edukasi terbantu banyak industri berbasis produk ternak. Misalnya, koperasi-koperasi susu maupun hasil pertanian dan pakan ternak. Banyak koperasi ternak di Pujon, Ngajum dan Jabung yang diklaim mendukung edukasi soal penanggulangan virus ternak. “Kemudian, peran industri seperti Greenfield, Nestle dan Indolakto juga besar. Karena perusahaan ini berbasis produk susu sapi,” tutupnya. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Lumpy Skin Disease (LSD) #virus baru #radar malang #wabah PMK #virus pada sapi