KEPANJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membutuhkan dana cukup besar untuk menangani sampah. Tahun ini, Bumi Kanjuruhan mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 1,8 miliar dari Pemerintah Pusat.
”Anggaran Rp 1,8 miliar tersebut digunakan untuk pembangunan rumah kompos, termasuk pengadaan arm roll, roda tiga, dan kontainer dari stainless steel,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Renung Rubiyatadji kemarin (24/4).
”Sebenarnya kami mengharapkan kontainer biasa, tetapi jumlahnya banyak. Namun rekomendasi dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), lebih baik memakai kontainer stainless steel,” imbuh pejabat eselon III B itu.
Hingga kini, dia melanjutkan, Kabupaten Malang mengalami kekurangan armada pengangkut sampah. Untuk wilayah seluas Kabupaten Malang diperlukan setidaknya 100 unit armada. Namun hingga saat ini hanya tersedia 52 armada.
Kemudian untuk pembangunan rumah kompos, pihaknya akan mengadopsi rumah kompos milik Beetle, Jepang di Surabaya. Di rumah kompos tersebut, dia mengatakan, sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara sampah anorganik diubah menjadi tenaga listrik.
Penerapan di Kabupaten Malang, nantinya akan ada pemilahan food waste atau sisa makanan. “Bangunannya tidak besar, sekitar 15 sampai 30 meter persegi,” kata dia.
Seperti diberitakan, timbunan sampah terus bertambah setiap tahunnya. Data DLH, setiap tahunnya ada 352,92 ribu ton sampah. Sekitar 60 persen di antaranya termasuk sampah sisa makanan.
Agar tidak menjadi residu, sampah tersebut diolah menjadi pupuk kompos. Hal itu termasuk bagian sinergi dengan rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talangagung, Kepanjen. Pembangunan TPST di TPA Talangagung itu akan dilaksanakan jika TPST di TPA Paras, Poncokusumo tuntas.
Saat ini, dia mengatakan, pembangunan TPST tersebut masih dalam tahap pengurusan perizinan. “Kalau untuk rumah kompos, insya Allah awal Juni sudah proses lelang,” pungkasnya. (yun/dan).
Editor : Mahmudan