SINGOSARI - Masih banyak pasar di Kabupaten Malang yang memerlukan pemeliharaan. Salah satunya Pasar Hewan Singosari. Sebagai salah satu pasar hewan terbesar di Kabupaten Malang, terdapat beberapa bagian yang memerlukan perbaikan.
”Plafon ini sudah lama rusak. Ada kalau satu tahun,” ujar salah satu penjaga Pasar Hewan Singosari Andreanto sembari menunjuk plafon yang rusak.
Plafon tersebut terdapat di bagian utara pasar, tepatnya di dekat pintu masuk. Biasanya, dia mengatakan, tempat tersebut dimanfaatkan oleh penjual maupun pembeli yang ingin beristirahat. Jika tidak segera diperbaiki, dia khawatir akan membahayakan pengguna pasar.
“Bangunan ini kan rencananya dijadikan kantor. Sampai sekarang belum digunakan karena tidak terawat. Makanya rusak,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, dia melanjutkan, plafon di salah satu tempat untuk memuat sapi juga rusak. Bahkan, di satu sisi tersebut hanya tersisa kerangka. “Selain plafon, semua bagian pasar masih bagus. Apalagi yang tempat untuk menjual kambing di selatan,” kata Andre.
Meski banyak pasar yang memerlukan perawatan lanjutan, tahun ini belum bisa direalisasikan. Sebab, alokasi anggaran untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang pada 2024 terbatas. Pada 2023 lalu, anggaran perbaikan pasar pun sudah dialokasikan, namun hanya untuk satu pasar. Yakni Pasar Pakisaji yang menerima Rp 200 juta.
Sementara pada 2022 lalu dilaksanakan pemeliharaan 12 pasar. Masing-masing mendapat Rp 200 juta. Di antaranya, Pasar Tumpang, Pasar Kepanjen, Pasar Sumedang, dan Pasar Gondanglegi. Kemudian sembilan pasar hewan lainnya sudah menerima pemeliharaan pada 2021 lalu. Di antaranya, Pasar Hewan Kepanjen, Pasar Hewan Sumberpucung, dan Pasar Hewan Donomulyo. Begitu pula dengan Pasar Hewan Singosari. (yun/dan).
Editor : Mahmudan