PAKIS – Polres Malang kembali membongkar tempat produksi minuman beralkohol (minol) ilegal. Lokasinya di RT 01 RW 01 Dusun Genitri, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Dalam sebulan, home industry tersebut menghasilkan 5.300 liter minol jenis trobas (minuman dari fermentasi tape ketan).
Dari hasil penggerebekan tersebut, polisi mengamankan satu orang dan sejumlah barang bukti. Di antaranya lima galon berisi minol jenis trobas, 12 drum fermentasi ketan hitam, 21 drum kosong, 730 botol kosong kapasitas 1,5 liter, dan dua mesin pompa air. Sedangkan satu orang yang diamankan berinisial MR, 48, warga Kedungkandang, Kota Malang.
Wakapolres Malang Kompol Imam Mustolih mengatakan, terbongkarnya home industry yang produksi trobas berasal dari informasi masyarakat. ”Jenis arak trobas,” katanya.
Selanjutnya, dia mengatakan, Satresnarkoba Polres Malang diterjunkan untuk melakukan penyelidikan. Setelah dipastikan ada produksi trobas ilegal, dilakukan pengamanan pada Senin lalu (3/6).
Sedangkan Kasatresnarkoba Polres Malang AKP Aditya Permana mengatakan, untuk sekali produksi bisa mencapai 800 liter. Dalam sebulan rata-rata menghasilkan 3.200 liter trobas. MR juga sudah melakukan produksi tersebut cukup lama. “Sudah berjalan satu setengah tahun,” bebernya.
Berdasarkan hasil pendalaman, pelaku belajar memproduksi minol dari temannya. Proses pembuatan dilakukan dari pencampuran berbagai bahan dan air. Produksinya pun memakan waktu cukup lama. Untuk fermentasi saja membutuhkan waktu 25 hari. Setelah itu baru dilakukan penyulingan, dan melibatkan pompa air untuk mengalirkan cairan. Minol itu diedarkan di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang. Untuk ukuran botol 1,5 liter dibanderol Rp 45 ribu. Rumah yang digunakan untuk produksi trobas hasil sewa.
Pemilik rumah yang disewa, Hanafi mengatakan, pihaknya menyewakan rumah tersebut karena pelaku beralasan memproduksi permen. Dia juga tidak curiga lantaran tak ada yang janggal. ”Tidak berisik. Nggak ada bunyi mesin,” tuturnya.
Pada malam ataupun siang hari, dia juga tak tercium bau khas minol. Padahal dia tinggal di dekat bangunan tersebut. ”Mungkin karena tempatnya tertutup,” katanya. (iza/dan)
Editor : Mahmudan