KEPANJEN – Hari Raya Idul Adha semakin dekat, tapi masih sedikit yang mendaftar sebagai tukang sembelih hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) masih sedikit. Jumlahnya merosot jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Malang drh Anung Wibowo mengatakan, pihaknya belum melakukan perekapan jumlah pendaftar dari tukang sembelih atau jagal. ”Yang saya dengar, sementara ini ada lima orang yang daftar di RPH Kepanjen,” katanya.
Total ada tujuh RPH di Kabupaten Malang. Sementara ini ada 10 ekor sapi yang masuk. Dia menduga, jumlah hewan kurban tahun ini tidak sebanyak Idul Adha tahun lalu. Menurut dia, hal itu karena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah berakhir. ”Sehingga mereka kembali menyembelih hewan kurban di masjid atau instansi masing-masing,” katanya.
Pada Hari Raya Idul Adha dua tahun lalu, dia melanjutkan, satu RPH bisa sampai memotong 20 ekor sapi. Sehingga sekitar 140 ekor sapi dari tujuh RPH. Hal itu membuat petugas sedikit kewalahan.
Saat ini yang menggunakan jasa RPH kemungkinan karena area masjid kurang memadai. Atau mereka yang memilih agar lebih simple. Rata-rata yang menyembelih di RPH memotong menjadi empat bagian, kemudian dibawa pulang untuk ditimbang. “Jeroan sama kulit sudah terpisah,” katanya. (iza/dan)
Editor : Mahmudan