Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkab Malang Gelontor Bantuan untuk Memikat Peternak Muda  

Mahmudan • Minggu, 9 Juni 2024 | 13:10 WIB

 

CEGAH KRISIS: Seorang pekerja menyiapkan pakan di peternakan sapi area Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung
CEGAH KRISIS: Seorang pekerja menyiapkan pakan di peternakan sapi area Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung

 

KEPANJEN – Umumnya remaja di Bumi Kanjuruhan enggan menjadi peternak. Karena itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan minat generasi muda menjadi peternak. Di antaranya melalui berbagai pelatihan.

”Sekitar Mei lalu kami menggelar pelatihan-pelatihan. Salah satunya, kami gelar pengolahan pangan di Bululawang,”  ujar Kepala DPKH Kabupaten Malang Eko Wahyu Widodo, Jumat lalu (7/6).

Selain itu, Pemkab Malang juga menggelontor berbagai bantuan. Namun, menurut Eko, hal terpenting yakni meningkatkan harga hasil peternakan. “Contohnya susu. Kalau harganya naik, masyarakat akan tertarik bisnis peternakan karena dianggap menguntungkan,” terang Eko. ”Sehingga akan muncul peternak-peternak baru,” tambah pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Eko tidak hafal jumlah peternak di Kabupaten Malang. Sebab selain peternak besar, ada juga peternak kecil yang hanya memiliki satu atau dua ekor sapi. “Peternak hanya ada 300-400 kelompok. Kalau peternak skala kecil itu banyak, tapi kami tidak bisa menghitung,” tutur Eko.

Terpisah, Presiden Direktur (Presdir) Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung Eva Marlianti memaparkan, peternakan dianggap sebagai pekerjaan yang menguras tenaga fisik, sehingga kerap dipandang rendah. Hal itu berpengaruh terhadap minat anak-anak muda terjun ke dunia peternakan.

Selain itu, dia mengatakan, para peternak juga jarang meneruskan usahanya ke anak cucunya. “Justru kalau peternak berhasil, anak-anaknya tidak menjadi peternak. Mereka cenderung memilih profesi lain seperti guru,” kata Eva. “Karena itu kami sulit mencetak peternak baru untuk mengganti peternak lama,” imbuhnya.(yun/dan)

Editor : Mahmudan
#peternak sapi #Bantuan #Kabupaten Malang