Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pangkalan Kesulitan Jual LPG Non-Subsidi

Mahmudan • Selasa, 18 Juni 2024 | 14:15 WIB

 

 

BUTUH YANG MURAH: Penjualan gas LPG di salah satu pangkalan kawasan Pakis tetap didominasi tabung kemasan 3 kilogram yang bersubsidi.
BUTUH YANG MURAH: Penjualan gas LPG di salah satu pangkalan kawasan Pakis tetap didominasi tabung kemasan 3 kilogram yang bersubsidi.

 

KEPANJEN – Upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat beralih ke gas LPG non-subsidi sepertinya bakal sulit terealisasi. Setidaknya, itulah analisis dari salah satu pangkalan LPG di Kecamatan Pakis. Sebab, masyarakat ogah-ogahan membeli dengan harga mahal. Itu karena harga LPN non-subsidi terpaut jauh dibanding kemasan 3 kilogram yang bersubsidi.

Untuk diketahui, gas LPG kemasan 3 kilogram atau disebut LPG melon dibanderol Rp 16 ribu. Itu harga di pangkalan. Kalau di warung maksimal Rp 20 ribu. Sedangkan LPG non-subsidi kemasan 5,5 kilogram dibanderol Rp 100 ribu.

”Dari situ saja sudah terlihat seberapa jauh selisihnya,” ujar salah satu pangkalan LPG di Kecamatan Pakis, Ahmad Irfan, kemarin (17/6).

Pria berusia 27 tahun itu menambahkan, gas LPG dari subsidi menuju non-subsidi tidak seperti Bahan Bakar Minyak (BBM). Dia mengatakan, BBM non-subsidi sudah banyak peminatnya, sehingga pemerintah tidak kesulitan melakukan migrasi dari subsidi menuju non-subsidi. ”Selisih harga BBM non-subsidi kan beberapa ribu saja. Dengan selisih yang tidak terlalu tinggi, BBM non-subsidi tetap banyak peminatnya,” kata dia.

Saat ini, dia mengatakan, sebagian masyarakat yang mampu sudah beralih ke gas LPG non-subsidi. Tetapi itu pun tak terlalu signifikan di pangkalannya. “Hanya dua sampai tiga tabung saja,” katanya. Sedangkan gas LPG melon bisa laku 100 tabung per hari. (iza/dan)

Editor : Mahmudan
#elpiji 3 kg #lpg melon #Kabupaten Malang