KEPANJEN – Belakangan, banyak kandang di Bumi Kanjuruhan yang terbakar. Data Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang mencatat, sejak Januari hingga Juni tercatat enam kandang yang mengalami kebakaran.
Total kerugian ditaksir mencapai Rp 2,3 miliar. Aset senilai miliaran rupiah yang hangus terbakar itu berupa ayam boiler dan ternak sapi. Hangus dilalap si jago merah.
Kandang ayam broiler yang terbakar dalam enam bulan ini ada dua lokasi. Penyebabnya karena korsleting listrik dan dari tungku pemanas ayam. Seperti yang terjadi di Dusun Jambegede RT 49 RW 5 Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran pekan lalu.
Kapolsek Pagelaran AKP Totok Suprapto mengatakan, diduga api berasal dari penghangat ayam yang letaknya di tengah kandang. ”Berbahan bakar dari arang,” kata dia.
Perwira polisi dengan tiga balok di pundaknya itu menambahkan, ada juga semacam sekam yang digunakan untuk alas, sehingga api bisa tambah besar. Api pun berkobar dan menghanguskan sekitar 28 ribu ekor ayam. Kerugian ditaksir lebih dari Rp miliar.
Guna meminimalkan kejadian kebakaran kandang, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto mengimbau kepada peternak ayam memperhatikan instalasi listrik. “Pastikan instalasi listrik di peternakan dilakukan oleh tenaga ahli dan memenuhi standar keamanan. Juga gunakan peralatan listrik yang berkualitas dan hindari penggunaan kabel ekstensi secara berlebihan,” katanya.
Selain itu, dia mengatakan, pemilik kandang juga harus rutin memeriksa kondisi kabel dan peralatan listrik untuk menghindari korsleting. Selain instalasi listrik, pemilik kandang juga sebaiknya menggunakan bahan yang tak mudah terbakar. Pada dua kasus kebakaran itu, bangunan hampir habis dilahap api.
Dia menambahkan, faktor ventilasi juga tak kalah penting. “Pastikan kandang memiliki ventilasi yang cukup untuk menghindari penumpukan gas berbahaya,” jelasnya.(iza/dan)
Editor : Mahmudan