KEPANJEN – Hampir semua pasar tradisional di Kabupaten Malang membutuhkan pemeliharaan lanjutan. Dari total 34 pasar tradisional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memprioritaskan pemeliharaan lanjutan untuk 10 pasar. Di antaranya Pasar Pakis dan Sumberpucung. Namun realisasinya masih menunggu pencairan anggaran yang disepakati lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2024.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Muhammad Nur Fuad Fauzi menyampaikan, informasi dari pedagang, beberapa titik di pasar masih ada yang bocor. Sehingga saat musim hujan, rawan muncul genangan air yang membuat pedagang maupun pembeli tidak nyaman.
”Kalau dihitung semua, butuh dana sekitar Rp 40 miliar untuk pemeliharaan lanjutan,” ujar Fuad kemarin. ”Tapi kami ambil skala prioritas saja,” tambahnya.
Pemeliharaannya pun tidak langsung dilakukan secara menyeluruh. Namun, parsial sesuai dengan urgensi di masing-masing pasar. Sebab, dia melanjutkan, tergantung pada anggaran pemeliharaan pasar yang akan cair nanti. “Misalnya talang yang bermasalah, ya itu yang ditangani dulu. Sampai saat ini kami masih menunggu alokasi anggaran yang turun,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Dia mengatakan, perbaikan pasar tradisional tersebut untuk mendukung salah satu program Pemkab Malang. Yakni gerakan Ayo Kembali Belanja di Pasar Rakyat. Program tersebut bertujuan memberdayakan pedagang-pedagang, termasuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Terlebih, pada era digital banyak konsumen yang beralih ke marketplace. Sehingga banyak yang meninggalkan pasar rakyat.
“Keluhan masyarakat kan belanja di pasar tradisional itu murah kondisinya tapi becek (saat hujan). Kalau beceknya dikurangi, jadi gerakan belanja kembali di pasar setidaknya bisa diwujudkan,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang itu.
Seperti diberitakan, pada 2023 lalu, hanya dianggarkan perbaikan di satu pasar, yakni Pasar Pakisaji. Untuk pasar tersebut, dia mengatakan, dialokasikan anggaran sekitar Rp 200 juta. Perbaikan tersebut meliputi pengecatan pasar bagian depan, perbaikan plafon dan atap, serta pembenahan talang di dalam pasar.
Sementara pada 2022 lalu, baru 12 pasar rakyat yang menerima anggaran pemeliharaan. Masing-masing pasar mendapat jatah Rp 200 juta. Jika ditotal sekitar Rp 2,4 miliar untuk pemeliharaan 12 pasar. Di antaranya, Pasar Tumpang, Pasar Kepanjen, Pasar Sumedang, dan Pasar Gondanglegi. (yun/dan)
Editor : Mahmudan