KEPANJEN – Sungai di Malang selatan rawan pendangkalan.
Biasanya dipicu endapan pasir dan bebatuan yang terseret air hujan.
Akibat pendangkalan sungai tersebut, kawasan Malang selatan kerap dilanda banjir saat memasuki musim hujan.
Hal itu diungkap oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan memaparkan beberapa aliran sungai yang mengalami pendangkalan.
Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan misalnya, tercatat sungai di tiga desa yang mengalami pendangkalan.
Yakni sungai Desa Sidoasri, Kedungbanteng dan Sitiarjo.
Kemudian di Gedangan, sungai Desa Sidodadi juga mengalami pendangkalan.
Lalu di Kecamatan Ampelgading ada sungai Desa Lebak Harjo.
Kemudian pendangkalan sungai di Kecamatan Tirtoyudo ada di dua desa, yakni Pujiharjo dan Purwodadi.
”Sungaisungai tersebut membutuhkan kegiatan pengerukan,” kata Sadono kemarin.
Menurutnya, pendangkalan karena adanya alih fungsi lahan di bagian atas.
Pendangkalan yang terjadi bisa terasa dari frekuensi banjir yang semakin parah dan lebih cepat.
”Dulu itu sekitar lima tahunan,” katanya.
”Sementara saat ini semakin pendek. Pada tahun 2022 saja ada dua kali banjir, meski ada faktor cuaca juga,” tambahnya.
Sementara itu, Kades Pujiharjo Hendik Arso membenarkan adanya pendangkalan di Sungai Tundo.
Sungai tersebut melintasi setidaknya 3 kilometer yang bersinggungan langsung dengan penduduk.
Baca Juga: Hii!! Limbah Industri, Kotoran Sapi, dan Sampah Cemari Sungai di Malang Raya
”Karena material pasir sama batu,” jelasnya.
Menurut dia, kedalaman sungai saat ini hanya sekitar satu meteran.
Tahun-tahun sebelumnya mungkin bisa mencapai 1,5 meter.
Mereka sudah berupaya melakukan pengerukan sekitar tiga kali.
”Setiap kali banjir tumpukan sedimen pun bertambah,” katanya.
Selain pengurukan, dia berharap ada pembangunan dinding sungai di area yang dekat permukiman warga. (iza/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana