KABUPATEN MALANG - Dua pembegal yang beraksi di sekitar Gunung Geger, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak salah sasaran.
Ketika menghadang KH Ahmad Fauzan Sholeh pada Sabtu (23/11) dini hari, mereka kabur.
Itu setelah pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ushulussalam di Dusun Bendo, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak berhasil menangkis sabetan celurit yang diayunkan pembegal.
Gus Fauzan menceritakan, peristiwa pembegalan terjadi sekitar pukul 01.00.
“Waktu itu saya habis dari daerah Gumuk (Desa Karangsari, Kecamatan Bantur). Pulang dari menghadiri acara alumni ponpes,” terang dia.
Kala itu, Fauzan mengendarai sepeda motor.
Saat melewati kawasan Gunung Geger yang sepi kendaraan dan minim penerangan, tiba-tiba dicegat dua orang tidak dikenal.
Namun Fauzan tidak melihat jelas ciri-ciri kedua pelaku.
“Dua duanya pakai helm. Pakai sepeda motor Vario,” ungkap pria yang menjabat sebagai Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Pagak itu.
Kedua terduga pelaku sempat meminta Fauzan untuk turun.
Tapi kiai asal Pagak itu tetap tidak mau. Diduga kesal karena permintaannya tidak dituruti, salah satu pelaku langsung menyabetkan celuritnya ke arah korban.
“Saya reflek menangkis pakai tangan kanan. Total dua kali dia nyabet celuritnya,” imbuh Fauzan.
Sabetan kedua ke arah punggung itu mengakibatkan Fauzan terjatuh.
Namun dua pelaku langsung kabur sebelum mengambil barang milik Fauzan.
Namun korban mengalami luka memar.
Jaket dan baju di dalamnya sobek kena celurit.
Baik di lengan maupun di punggungnya.
Meski tidak ada kerugian materi, kejadian tersebut tengah didalami kepolisian.
“Penyelidikan lebih lanjut dilakukan Satreskrim Polres Malang, karena Polsek Pagak tidak memiliki kewenangan untuk menyelidiki perkara,” kata Kapolsek Pagak Iptu Surdianto. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana