Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

11 Bulan Catat 309 Gempa

Bayu Mulya Putra • Jumat, 27 Desember 2024 | 01:08 WIB
ANDALKAN TIGA TITIK SENSOR: Pantauan terhadap kejadian gempa bumi terus dilakukan BMKG Stasiun Geofisika Stasiun III Malang setiap hari.
ANDALKAN TIGA TITIK SENSOR: Pantauan terhadap kejadian gempa bumi terus dilakukan BMKG Stasiun Geofisika Stasiun III Malang setiap hari.

KEPANJEN - Mulai Januari sampai November tahun ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Stasiun III Malang mencatat ada 4.514 gempa bumi.

Itu terjadi di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur.

Dari total itu, tercatat ada 309 gempa bumi yang berpusat di Malang, yang 26 gempa di antaranya terjadi sepanjang bulan November.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Stasiun III Malang Mamuri menjelaskan, gempa yang berpusat di Malang tersebut sebagian besar terjadi di laut selatan.

”Gempa-gempa itu rata-rata memiliki magnitude (kekuatan) di bawah 5 skala richter (SR),” kata dia.

Rinciannya, 133 gempa bumi dengan kekuatan kurang dari 3 SR, 174 gempa bumi dengan kekuatan antara 3 sampai 5 SR, dan dua gempa bumi dengan kekuatan 5 SR ke atas.

Gempa dengan kekuatan 5 SR ke atas itu terjadi pada bulan Mei dan Agustus 2024.

Pada bulan Mei, gempa bumi terjadi dengan kekuatan 5,3 SR. Sementara pada bulan Agustus 2024, gempa bumi terjadi dengan kekuatan 5,1 SR.

”Dalam sebulan, rata-rata kami mencatat ada 500 sampai 600 gempa bumi. Itu data keseluruhan. Mulai Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan sebagian Jawa Tengah,” papar Mamuri.

Sedangkan, per hari bisa tercatat antara 1 sampai 3 gempa bumi.

Sementara itu, khusus gempa yang berpusat di Malang, per bulan ada sekitar 20 sampai 35 kejadian.

Mamuri menjelaskan, gempa bumi tersebut tercatat melalui sensor.

BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang memiliki sekitar 20-an sensor.

Di Kabupaten Malang ada tiga sensor. Yakni Malang Jawa Indonesia (MLJI), Gedangan Jawa Indonesia (GEJI), dan Poncokusumo Jawa Indonesia (POKJI).

Yang terdekat dari Malang ada di Klakah Lumajang Jawa Indonesia (KLJI).

”Getaran tanah bisa dikatakan gempa ketika enam sensor yang saling berdekatan tersebut sama-sama mendeteksinya. Kalau hanya satu, bisa saja hanya ada truk lewat atau sejenisnya,” kata dia.

Sebagai informasi, di bagian selatan Pulau Jawa memang terdapat lempeng IndoAustralia yang menyusut ke bawah lempeng Eurasia.

Lempeng Eurasia tersebut berada di atas Pulau Jawa.

Sehingga, dua lempeng itu dapat melakukan aktivitas subduksi.

Yakni proses geologi wilayah kerak bumi yang memiliki dua lempeng tektonik.

Hal tersebut menjadi salah satu penyebab gempa bumi.

Seperti diketahui, Malang masuk dalam wilayah terancam terjadinya megathrust atau gempa bumi yang kekuatan besar.

Setidaknya hingga lebih dari 7 SR.

Akan tetapi, Mamuri menyampaikan bila waktu terjadinya gempa bumi sampai saat ini belum bisa diprediksi.

”Kami pun hanya bisa mendeteksi gempa bumi ketika sudah terjadi. Jadi, kami tidak bisa memperkirakan kapan waktu terjadinya gempa bumi tersebut,” pungkasnya. (yun/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#11 Bulan #catat #Gempa