Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Joging di Pinggir Rel, Lansia di Kepanjen Tertabrak KA

Bayu Mulya Putra • Minggu, 9 Februari 2025 | 18:30 WIB
NAHAS: Petugas bersama warga mengevakuasi korban yang tertabrak kereta api di Dusun Dawuhan, Desa Jatirejoyo, Kecamatan Kepanjen, kemarin pagi (8/2). (POLSEK KEPANJEN FOR RADAR MALANG)
NAHAS: Petugas bersama warga mengevakuasi korban yang tertabrak kereta api di Dusun Dawuhan, Desa Jatirejoyo, Kecamatan Kepanjen, kemarin pagi (8/2). (POLSEK KEPANJEN FOR RADAR MALANG)

KEPANJEN - Suwarno, 65, warga Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung punya niat baik saat keluar rumah kemarin pagi (8/2) sekitar pukul 06.30.

Dia berniat menjaga kondisi kesehatannya dengan berjoging.

Sayangnya, takdir berkata lain.

Saat melintas di samping rel Kereta Api (KA) di Dusun Dawuhan, Desa Jatirejoyo, Kecamatan Kepanjen, dia tertabrak.

Diketahui lansia itu tertabrak KA Malabar jurusan Malang Bandung.

Tubuhnya terpental dan jatuh di area persawahan.

”Arah korban joging itu membelakangi KA,” kata Kapolsek Kepanjen AKP Subijanto.

Keberadaan Suwarno sebenarnya sudah terlihat masinis KA dengan nomor grafik perjalanan KA (Gapeka) 68 tersebut.

Lokomotif CC206 13 53 Depo Lokomotif Bandung penghela KA Malabar pun sudah beberapa kali membunyikan klaksonnya dari jarak 100 meter di belakang korban.

Namun, korban tak menghiraukan klakson tersebut.

Dia tak kunjung beranjak dari rel KA.

Sampai akhirnya dia tertabrak dan terpental ke area persawahan dengan jarak sekitar lima meter.

Akibat tabrakan tersebut, Suwarno dinyatakan meninggal.

Dari pengamatan polisi di lokasi, korban mendapat sejumlah luka cukup parah.

Seperti di belakang kepala sebelah kanan, kedua lengan, dan pergelangan tangannya patah.

Pergelangan kaki kanan dan lutut kiri juga mengalami patah tulang.

Jenazah Suwarno langsung dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Kanjuruhan untuk menjalani visum et repertum (VER).

Sembari proses tersebut dilakukan, polisi langsung melakukan pendalaman.

Subijanto menyebut, tidak ada indikasi korban sengaja mengakhiri hidupnya.

Melainkan murni korban tidak mendengar klakson dan deru mesin lokomotif KA dari jarak jauh.

”Berdasar keterangan keluarga, korban memang memiliki kekurangan pada pendengarannya. Itu dibuktikan dengan ditemukannya alat bantu dengar di saku celananya,” ujar mantan Kapolsek Poncokusumo tersebut.

Jenazah korban langsung dikebumikan siang harinya. Keluarga korban menolak pengajuan proses otopsi. (biy/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kepanjen malang #meninggal dunia #Kabupaten Malang #Tertabrak KA