KEPANJEN – Banyaknya tebu lokal yang dikirim ke Pabrik Gula (PG) di luar Malang raya disebabkan dua faktor. Pertama, cepatnya pembayaran dari PG luar daerah kepada petani. Kedua, harga tebu dari PG luar Malang raya juga lebih tinggi, sehingga para petani merasa lebih menguntungkan menjual tebu ke luar daerah.
Sebaliknya, petani tebu di Blitar, Kediri, dan Lumajang juga banyak yang memasok PG di Malang raya. Itu karena PG Kebonagung maupun PG Krebet Baru memberi harga lebih untuk tebu luar kota dibanding tebu lokal. Dengan demikian, petani tebu Lumajang, Blitar, dan Kediri merasa lebih untung memasok PG di Malang daripada ke daerah mereka masing-masing.
Perang tarif tebu lokal versus tebu luar kota menjadi kebijakan masing-masing PG. Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, deretan truk tebu parkir di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sumberpucung. Truk tersebut mengangkut tebu lokal yang diberangkatkan ke PG Rejoso Manis Indo (RMI) Blitar.
“Ada juga PG Mrican dan PG Pesantren Baroe di Kediri,” terang seorang sopir truk. Pria berusia 38 tahun itu mengatakan, harga tebu dari PG RMI dan PG Mrican bisa mencapai Rp 90 ribu per kuintal. Harga tersebut berlaku untuk tebu yang diangkut menggunakan truk gandeng. Sementara jika dijual ke PG di Malang, harganya maksimal Rp 88 ribu per kuintal.
Informasi yang dihimpun wartawan, PG Krebet Baru memberlakukan tarif berbeda antara tebu lokal dan tebu asal luar daerah. Untuk tebu lokal dibanderol Rp 75 ribu per kuintal. Sedangkan tebu luar daerah bisa mencapai Rp 84 ribu sampai Rp 88 ribu per kuintal.
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PG Krebet Baru Amalia Sisdyanti memaparkan alasan harga tebu luar daerah lebih tinggi dibanding tebu lokal. Tingginya harga tebu luar daerah karena ada tambahan ongkos Bahan Bakar Minyak (BBM), ongkos sopir, hingga ongkos tebang.
Sementara itu, Kasubsi Personalia dan Umum PG Kebonagung Trisnawati Wulandari enggan memaparkan harga tebu, baik lokal maupun luar daerah. Namun dia membantah terkait lambatnya pembayaran untuk petani tebu. “Kami ada program one day service, kirim sekarang besok bayar,” kata dia.
(yun/biy/dan)
Editor : A. Nugroho