Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sisakan 24 Proyek: Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Malang Berhasil Menyelesaikan 13 dari 37 Proyek Rehabilitasi Jembatan

A. Nugroho • Sabtu, 1 November 2025 | 18:38 WIB
BERPROGRES: Jembatan Krapyak di Kecamatan Kepanjen masih dibangun. Cuaca yang sering hujan jadi kendala tersendiri bagi para pekerja.
BERPROGRES: Jembatan Krapyak di Kecamatan Kepanjen masih dibangun. Cuaca yang sering hujan jadi kendala tersendiri bagi para pekerja.

KEPANJEN - Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang menargetkan 37 proyek jembatan dan duiker (jembatan plat). Total anggarannya mencapai Rp 22 miliar untuk pembenahan dan pembangunan proyek-proyek tersebut. Sampai kemarin (31/10), baru 13 proyek yang dinyatakan selesai.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, 13 proyek tersebut terdiri dari pembangunan ulang dan rehabilitasi jembatan, serta penggantian jembatan plat. Rehabilitasi sudah dilakukan di Jembatan Banjarejo, dan Purworejo di Kecamatan Donomulyo.

Lalu di Jembatan Pagersari (Kecamatan Ngantang), Wonorejo (Kecamatan Singosari), dan Dalisodo (Kecamatan Wagir). Untuk pembangunan jembatan plat sudah dilakukan di Tirtomarto (Kecamatan Ampelgading), Bandungrejo (Kecamatan Bantur), Sumber Duren (Kecamatan Gedangan), Sonowangi (Kecamatan Ampelgading), dan Tempur (Kecamatan Kepanjen).

“Per Oktober 2025, 13 pekerjaan itu sudah dinyatakan selesai 100 persen,” kata pria yang disapa Oong tersebut. Artinya, masih ada sisa 24 pekerjaan lain yang masih dalam proses pembangunan. Sayang, Oong tidak menyebut secara rinci di mana saja proyek tersebut. Tapi salah satu jembatan tersebut, berdasar pengamatan wartawan koran ini kemarin, adalah Jembatan Krapyak di Kecamatan Kepanjen.

Fisik jembatan, dari fondasi sampai badan jembatan serta rail guard-nya sudah terbangun. Akan tetapi, masih ada pekerjaan di penghubung jembatan dengan jalan aspal utamanya di dua sisi. Kabid Pembangunan dan Peningkatan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari mengatakan, bahwa rata-rata proyek yang tengah berlangsung seperti di Jembatan Krapyak sudah 68 sampai 97 persen.

“Sebenarnya semua jembatan itu mengalami percepatan dari timeline pekerjaan yang sudah ditetapkan,” kata dia. Ada beberapa kendala di lapangan seperti: cuaca yang sering hujan, keterlambatan material, maupun kondisi lainnya di lapangan. Pihaknya mengakali dengan beberapa cara. Seperti menggunakan komponen pracetak, pelaksanaan pekerjaan secara paralel, serta penambahan tenaga kerja, dan jam kerja alias lembur juga penambahan alat berat di lapangan. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#rehabilitasi jembatan #dpubm kabupaten malang